Desember 5, 2020

NUANSA REALITA NEWS

OTENTIK MENGUNGKAP FAKTA

10 Views

AKSI DAMAI : Warga Tuntut Aktifkan Kembali Kilang Minyak Pangkalan Brandan

2 min read
Spread the love

LANGKAT | SUMATERA UTARA | NUANSARELAITANEWS.COM,-
Masyarakat Pangkalan Brandan, dalam Aksi Damainya kembali turun ke jalan menyampaikan aspirasi. Mereka mendesak Presiden RI, Menteri BUMN dan Dirut PT Pertamina (Persero) untuk mengaktifkan kembali kilang minyak di daerah mereka yang telah ditutup sejak tahun 2006 lalu, Rabu (26/02/2020).

Masyarakat bergerak dari makam pahlawan Jalan Thamrin, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, dan mereka konvoi dengan mengendarai sepeda motor di seputaran Kota, kemudian berhenti di depan pintu gerbang PT Pertamina (Persero) RU II Area Pangkalan Brandan di Jalan Wahiddin.

Massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang membentang poster di depan pintu gerbang perusahaan BUMN itu. Sejumlah personil kepolisian dari Polsek P. Brandan tampak berjaga-jaga untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Ketua KNPI Kecamatan Babalan yang juga sekaligus sebagai koordinator lapangan, R. Simanjuntak pada kesempatan itu mengatakan, mereka sudah beberapa kali melakukan aksi, namun belum ada tanggapan, karena itu, masyarakat P. Brandan kembali melakukan aksi ini. Simanjuntak berharap kepada Presiden RI, Menteri BUMN, termasuk Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk membuka kembali sejarah dimana kilang minyak pertama sekali berdiri di Republik Indonesia ini.

“Jika beliau-beliau ini tak paham, maka kami masyarakat akan membawa para petinggi di negeri ini ke sumbernya, yakni di wilayah Telaga Said.
Daerah inilah sumber minyak pertama ditemukan di Republik ini,” tandasnya seraya mengingatkan Pemerintah Pusat agar tidak melupakan sejarah.

Sementara itu, Azhar Kasim menyatakan, kilang minyak ini memiliki peran penting dalam perjalan sejarah dan perkembangan industri perminyakan di tanah air. Kilang minyak ini, katanya, memberikan sumbangsih yang sangat besar buat pembangunan di negeri ini
Karena itu, lanjutnya, seluruh element masyarakat di daerah ini tetap konsisten berjuang dengan harapan, agar kilang ini dioperasionalkan kembali demi kemajuan bangsa dan sekaligus kemakmuran rakyat. Dia berharap, pejabat di perusahaan Migas ini tidak melupakan terhadap sejarah.

“Pertamina bisa tumbuh dan berkembang besar seperti sekarang ini tak terlepas dari hasil produksi ‘emas hitam’ dari perut Bumi P. Brandan. Karena itu, sudah selayaknya kilang ini diaktifkan kembali,” tandasnya dengan nada tinggi.

Aksi damai ini tak mendapat respon dari pihak Pertamina RU II Area P. Brandan. Koordinator lapangan mengultimatum akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

“Insyaallah, seluruh masyarakat akan kembali turun ke jalan melakukan aksi lanjutan,” kata Simanjuntak spontan disambut teriakan Allahhuakbar oleh massa. (Rangkuti)