Masa Pendaftaran Calon PPS Pilkada Kota Binjai Tidak Diperpanjang

Spread the love

BINJAI, SUMATERA UTARA | NUANSAREALITANEWS.COM,-
Tahap pendaftaran calon anggota badan adhoc penyelenggara pemilu tingkat kelurahan atau panitia pemungutan suara (PPS) pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Binjai 2020, akhirnya batal diperpanjang. Pasalnya, jumlah pendaftar calon anggota PPS sudah melebihi kuota minimal pelamar. Sebab sampai dengan batas akhir masa pendaftaran calon anggota PPS Pilkada Kota Binjai 2020, atau terhitung hingga Senin (24/02/2020) malam, pukul 24.00 WIB, total pendaftar mencapai 290 peserta.

Secara otomatis, jumlah tersebut melebihi kuota minimal pelamar, yakni sebanyak 222 peserta, atau dua kali lipat dari total kebutuhan anggota PPS se-Kota Binjai sebanyak 111 orang untuk ditugaskan di 37 kelurahan. Ketentuan ini pada dasarnya berpedoman pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor: 66/2020.

“Atas dasar inilah, kita pastikan masa pendaftaran calon anggota PPS pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai Tahun 2020 batal diperpanjang,” ungkap Komisioner KPU Kota Binjai, yang juga Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Robby Effendi Hutagalung, Selasa (25/02/2020) siang.

Menurut Robby, dari total 290 calon anggota PPS Pilkada Kota Binjai 2020 yang telah mendaftarkan diri kepada KPU Kota Binjai sepanjang 18 hingga 24 Maret 2020 kemarin, terdapat 174 pelamar laki-laki dan 116 pelamar perempuan. Secara umum, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, menjadi wilayah penyumbang jumlah peserta calon anggota PPS terbanyak, yakni 14 orang.

Dengan batalnya perpanjangan masa pendaftaran calon anggota PPS, maka saat ini KPU Kota Binjai akan terfokus mempersiapkan pelaksanaan ujian tertulis bagi 290 peserta menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test), yang rencananya digelar pada tanggal 1 Maret 2020 di Gedung Yayasan Pendidikan Panca Abdi Bangsa (Yaspen PABA).

“Dari hasil ujian tertulis nanti, kita akan pilih enam peserta terbaik dari setiap kelurahan, yang selanjutnya mengikuti tes wawancara pada 10 hingga 12 Maret 2020 mendatang. Dari situ, barulah kita umumkan tiga anggota PPS terpilih dari setiap kelurahan, pada 15 hingga 17 Maret 2020,” ungkap Robby.

Namun dia tetap menegaskan komitmen KPU Kota Binjai untuk melakukan proses eliminasi, jika memang ada anggota PPS terpilih yang terbukti menjadi pengurus Partai Politik (parpol), ataupun pernah menjadi pengurus partai politik dan calon anggota legislatif dalam jangka waktu kurang dari lima tahun.

“Sebaliknya, kita juga akan memilih dan menetapkan tiga anggota PPS yang sosoknya menampilkan keterwakilan tokoh masyarakat, anak muda, dan kaum perempuan,” terang Robby, yang mengaku mengagendakan pelantikan anggota PPS Pilkada Binjai 2020 pada 22 Maret mendatang, pungkas Robby. (Rangkuti)