Pemda Karawang Kurang Memperhatikan Potensi Perikanan Dan Mandeknya Pembangunan Gudang Ikan

Spread the love

Karawang | NUANSAREALITANEWS.COM, ~ H. Nurhalim selaku Ketua Kelompok (KUB) Pengolah pindang “Subur Jaya”, yang beralamat didusun Kecemek Rt/Rw 09/03 Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, menyampaikan keluhannya terkait mandeknya pembangunan gudang ikan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah kabupaten karawang pada sektor perikanan, kamis (27/02/2020).

Padahal Kab. Karawang yang memiliki pesisir pantai ujung Cilamaya yang membentang hingga Pakis, ada lahan sekitar 18.000 Hektar lahan perikanan yang termasuk kedalam 9 Kecamatan. Ada potensi yang bisa diandalkan untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari segihal perikanan.

Pemerintahan Kabupaten Karawang dianggap masih belum bisa mengelola budidaya ikan, dan cenderung masih terlena sama brand lumbung padi dan goyang Karawangnya saja, jelas H.Nurhalim.

Sepertihalnya produksi garam petani tambak, Pemda masih bingung cara mengatur pemasarannya, karena belum bisa mengkaji ke arah situ, masih terpaku kepada bentuk program bantuan saja secara tertib administrasinya masih lemah, ungkapnya.

Disamping garam, yang tak kalah pentingnya pengrajin pindang, terutama kalangan kelas menengah kebawah masih bisa dikatakan selalu merugi akibat harga beli ikan yang cenderung mahal, karena ikannya langka dan itupun bisa didapat diluar kota Karawang.

Guna mengantisipasi kesulitan pasokan ikan terutama disaat paceklik, H,Nurhalim berinisiatif membuat gudang penyimpanan ikan dengan kapasitas 250 Ton, mungkin bisa dikatakan terbesar di kab.Karawang, mudah-mudahan dengan ini bisa meminimalisir biaya pengadaan ikan sebagai bahan pokok pindang, ucapnya.

Dengan harapan untuk kestabilan harga disaat paceklik, juga para pengrajin pindang tidak usah lagi jauh-jauh kejakarta untuk membeli ikan sebagai bahan baku bandeng.

Dalam akhir keluhannya H.Nurhalim berharap pemerintah daerah bisa merespon masalah pembangunan gudang ikan ini sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat daerah dengan cara membuka lapangan pekerjaan. Dan para pedagang ikan pindang bisa ikut pendidikan/PKL, tentang bagaimana cara mengolah pindang yang bagus, serta cara memasarkan hasil produksinya tersebut, sehingga perekonomian para perngrajin pindang bisa lebih baik. (men)