ANEH, KADIS PETERNAKAN KAB. BONE SEBUT DATA PENERIMA BANTUAN ADALAH RAHASIA NEGARA!

Spread the love

BONE | NUANSAREALITANEWS.COM,-Dari hasil investigasi dan penulusuran terkait bantuan ternak di Kabupaten Bone oleh Agus Mulyadi BK WASPAM OPS LMR-RI Prov Sulawesi Selatan terkait beberapa bantuan ternak. Pada saat dirinya mendatangi kadis untuk menanyakan dan meminta data kelompok penerima bantuan ternak khususnya di Kabupaten Bone demi keterbukaan informasi publik, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone Aris Handono menolak memberikan dengan alasan bahwa data penerima bantuan adalah rahasia negara.

Menurut Agus,” ini adalah satu kejanggalan dan saya merasa aneh dengan penjelasan kadis,” ujarnya.

Di tempat yang sama di waktu yang berbed, pada hari Senin (23/03/2020), Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia (BPAN AI) Darwis Maros juga menerima laporan yang sama tanpa menunggu waktu dirinya menghadap kadis untuk mengklarifikasi kebenaran laporan masyarakat. Namun menurut Darwis, benar adanya bahwa kadis tersebut seolah-olah ada yang ditutupi. Pasalnya, data penerima enggan diberikan dan Kadis mengatakan “bahwa ini adalah rahasia negara, kecuali ada rekomendasi dari Bupati, baru bisa saya perlihatkan,”.

” Ini kan zamannya transfaran,” ucap Darwis.

Pak Kadis ditanya terkait mekanisme dan juknis yang ada, Ia menjawab,” silahkan tanya ke kelompok, dan kalau ada masalah di bawah itu tanggung jawabnya, tugas saya sudah selesai karena saya sudah diperiksa BPK dan Inspektorat. Jadi, kalau bantuan tersebut dipindahtangankan atau pindah lokasi, itu kewenangan kelompok,” jelasnya.

“Kalau kelompok mau jual pun itu bisa, karena ini sifatnya pemberdayaan,” pungkas Kadis.

Namun, yang jadi tanda tanya besar bagi kedua lembaga ini (BPAN & LMR-RI), Darwis menuturkan,” terkait keterbukaan informasi publik serta tranfaransinya tidak ada, bahkan kadis tidak menunjukkan sikap dan teladannya sebagai seorang Kepala Dinas kesal Darwis dan ini bukan cuma sampai disini, Kami dari BPAN AI Sulsel akan bergandeng bahu dengan LMR-RI akan mengungkap fakta yang sebenar benarnya sehingga ,” tutup Darwis.

Berita ini belum dikonfirmasi dengan kepala desa dan oknum lainya yang diduga terlibat. Karenaa kades tidak ada di tempat begitupun kelompok Tani & Gapoktan terkait.

(Said)

Related posts