Balita Hanyut Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Spread the love

LANGKAT – SUMATERA UTARA, NUANSAREALITANEWS.COM,-
Anak Balita berinisial NA (2) ditemukan tewas di saluran irigasi di lingkungan VII Basuki, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Senin (2/3/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kabag Humas Polres Langkat, AKP Rochmat memaparkan kepada wartawan, Selasa (3/3/2020). Informasi berawal dari Bhabinkamtibmas Aiptu Hady Rahmanto yang mendapat telpon dari Kepala Lingkungan (Kepling) VII Basuki bernama Misdi (45), Ia menyampaikan ada balita hanyut di saluran irigasi di Lingkungan tersebut selanjutnya Bhabinkamtibmas melaporkannya kepada piket SPKT Polsek Kuala.

“Setelah laporan tersebut pihak Polsek Kuala segera melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan benar ada ditemukan seorang balita berjenis kelamin perempuan yang di duga tewas karena hanyut,” paparnya.

Informasi yang diperoleh, Senin sekitar pukul 16.00 WIB, korban dibawa oleh ibunya bernama Susiani (35) saat berkunjung ke rumah uwaknya (abang kandung dari ayah korban) yang bernama Syamsuri (40) warga Lingkungan VII Basuki yang bersebelahan rumah dengan korban.

Beberapa saat kemudian Susiani pergi ke rumah Jumadi yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah Samsuri atau kelang 2 dua rumah dari rumah Samsuri. Dan Susiani meninggalkan anaknya NA di rumah Samsuri bersama istri Samsuri yang bernama Suriani dan kedua anaknya yang juga masih balita. Tidak lama kemudian Susiani kembali lagi kerumah Samsuri namun anaknya sudah tidak ada, terang Susiani.

Melihat hal itu, Susiani bersama Suriani melakukan pencarian terhadap NA di sekitar rumah Samsuri namun tidak juga diketemukan, hingga akhirnya warga sekitar ikut membantu mencari keberadaan NA. Dalam pencarian itu Alfin Afandi (13) seorang pelajar SMP, sekitar pukul 17.00 WIB menemukan korban NA tersangkut dan terapung di saluran irigasi yang berjarak sekitar 160 meter dari rumah Samsuri dengan posisi telentang.

Dari temuan itu Alfin Afandi memanggil orang tuanya Jumadi, selanjutnya Jumadi mengangkat NA dari dalam air dan dibawa ke Klinik Mustika di Simpang Lima Lingkungan II Amal Kelurahan Bela Rakyat. Setelah dinyatakan benar meninggal, kemudian korban dibawa pulang keluarganya.

Terkait peristiwa tersebut pihak kepolisian ingin melakukan tindakan otopsi, tapi pihak keluarga menolak, pihak keluarga membuat pernyataan penolakan otopsi yang di ketahui Lurah, pungkas Rochmat. (Rangkuti)

Berita Sebelumnya