Batas Nilai Sejarah Kini Terabaikan

Spread the love

SURABAYA | NUANSAREALITANEWS.COM,-Batas nilai sejarah sebuah wilayah yang dulu bernama Desa Lurah pada saat itu bernama Alm. Sajoeti dan waktu itu ( Purnawirawan AD ) pertama kali jabatan Lurah dari seorang aparat Negara Purn. AD dan Menjadi Kelurahan Manukan wetan.

Beliau sangatlah tegas dan disiplin dalam memimpin warganya. Tapi sayang, sekarang kesannya terabaikan dan kurang perhatian dari masyarakat setempat serta pemangku wilayah.

Berawal dari sebuah program pemerintah pusat di zaman orde baru yang kian perhatian mengenai batas wilayah, terutama desa maupun letak geografis daerah kemajuan zaman yang sangat makan waktu.

Dan kala itu di Tahun 1980-an pemerintah mencanangkan pembangunan dengan Karya ABRI Masuk Desa membantu masyarakat dulunya bernama Desa yang sekarang berganti Kelurahan Manukan wetan Tandes – Kota Surabaya Barat.

Dulu, Programnya AMD ( ABRI Masuk Desa ) membangun jalan yang menghubungkan antara Manukan Kulon dengan Manukan Wetan, membangun Pasar Sikatan Kelurahan Manukan wetan, perbaikan rumah layak huni untuk warga, serta pengobatan gratis, bantu anak untuk bisa sekolah dan perbaikan Sungai ( Kali ).

Ramain yang lama bertempat tinggal di Jl. Sikatan X RT.6 RW.2, Manukan Wetan membenarkan ” Aku wis sue mas ning Manukan wetan (red-saya sudah lama tingal di Manukan Wetan),” ujarnya Senin (9/3/20).

“Kami rasakan pembangunan dulu, kerja bhakti masal ( gotong – royong ) sekarang warga harus ajukan program ke pemerintah,” tambahnya. ( Diah Ghoni )

Related posts