Distansi Malam Ketika Sunyi

Spread the love

Oleh :

Faisal Nugraha

Negeri tercinta kita sedang gotong royong dan bahu-membahu berperang bersama melawan wabah virus corona, dengan adanya fenomena seperti ini tidak sedikit masyarakat yang mengeluh akan kesepian, padahal kesunyian itu adalah kebaikan ketika kita bisa melakukannya dengan bijak.

Seluruh aspek, regulasi dan mekanisme kehidupan yang terjadi, ada korelasinya antara manusia dengan takdir tuhan, akan tetapi ada satu idiom dari agama islam yang berbunyi:

“Sesuatu yang dilihat dan didengar akan rugi apabila tidak menjadi ilmu.”

Wabah, Sosial Distansi dan Di rumah ajah. tidak akan semata-mata terjadi apabila tidak ada kehendak sang pencipta, maka dari itu penulis memiliki tafsir yang mungkin bisa saja salah, bahwa manusia saat ini ditampar keras untuk mengheningkan cipta dan menyepi.

Banyak sekali manusia tidak tahan kesepian, padahal apabila kita belajar pada Folklore yang sudah terjadi:

“Nabi Muhhamad mendapat wahyu ketika sunyi di Gua Hira, yaitu: Al-alaq 1-5.”

“Dewa dan Raja-Raja bertapa di gua untuk meng-upgrade Ilmunya.”

“Terminologi filsuf adalah sunyi.”

Manusia saat ini produktif bekerja dan berkarya sehingga fokus pada Ekonomi yang bersubtansi Kapitalis dan Komersil demi kebutuhan hidup yang kompleks, Walaupun itu semua ditujukan untuk fokus ibadah.

Sehingga manusia lupa dari mana dia berasal, di bumi untuk apa, dan pulang akan membawa apa.

Pernyataan di atas mengingatkan pada sesanti Sabrang Darmo Panuluh, yang berkata:

“Sejati ilmu adalah tauhid yang lain hanyalah daun dan ranting-ranting.”

Kebanyakan manusia sekarang terjebak sekularitas yang profan, sehingga hanya fokus pada Jabatan yang outputnya untuk Ekonomi, adapun manusia yang mencari ilmu sekolah setinggi mungkin dan mencari kerja outputnya tetap Ekonomi, sudah saatnya kita bersama untuk “merenung” apakah yang selama ini kita kejar sudah relevan dengan tugas kita di bumi, apakah yang kita lakukan selama ini demi “Kebutuhan atau Keinginan kita.”

Sudah waktunya kita merenung bersama di rumah saja, dalam malam yang sunyi.

Bandung, 28 Maret 2020