0 views

Enam Peladang di Sintang Divonis Bebas Bersyarat

Spread the love

NuansaRealitaNews.com | Sintang – Kalimantan Bara,-Masih ingat dengan kasus enam terdakwa peladang dalam kasus Karhutla di Kabupaten Sintang, Kalimantan barat. Akhirnya pada Senin (9/3/2020) divonis bebas tanpa syarat oleh Majelis Pengadilan Negeri Sintang. Mereka dinyatakan tidak bersalah, bebas dari seluruh dakwaan.

Tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sesuai dakwaan pertama, kedua dan ketiga. Sehingga mereka bebas tanpa syarat dan bebas dari dakwaan penuntut umum.

Keputusan Majelis Hakim PN Sintang juga diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan 14 Penasehat Hukum Terdakwa.

Keenam peladang tersebut adalah Magan, Agustinus, Antonius Sujito, Dugles, Boanergis dan Dedi Kurniawan.

Mereka diproses hukum karena berladang melalui cara bakar dan didakwa melanggar Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat 1 huruf h, Undang – undang nomor 32 tahun 2009. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pasal 108 Jo Pasal 56 ayat 1Undang – undang nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan dan Pasal 187 KUHP atau Pasal 188 KUHP.

Sidang putusan enam peladang diramaikan oleh aksi damai ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat. Mereka melaksanakan aksi damai untuk mengawal jalannya sidang putusan dengan berorasi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Halaman PN Sintang.

Sebelum menggelar aksi, massa berkumpul di dua titik, yakni Taman Entuyut dan Balai Kenyalang. Massa bergerak bersamaan menuju PN Sintang dengan berjalan kaki.

Sejak pagi, ribuan elemen Masyarakat Adat tersebut memasuki Kota Sintang. Bahkan ada di antara mereka yang rela berjalan kaki hingga 20 Kilometer dari Simpang Nanga Pinoh menuju PN Sintang, di Jalan Supratman,Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

Ketua Majelis Adat Dayak Nasional Yakobus Kumis mengatakan, sepenuhnya mendukung gerakan moral Masyarakat Dayak dari berbagai elemen menghadiri sidang putusan enam terdakwa Peladang Dayak di PN Sintang karena mereka dinyatakan tidak bersalah bebas dari seluruh dakwaan. (Rinto Andreas/Alex).