Desember 3, 2020

NUANSA REALITA NEWS

OTENTIK MENGUNGKAP FAKTA

10 Views

Gara Gara Corona, Pesta Tahun Baru Padi Desa Rodaya Tidak Dihadiri Pejabat

3 min read
Spread the love

NuansaRealitaNews-Bengkayang-Kalimantan Barat-Gawai Dayak adalah suatu perayaan yang dilakukan oleh suku Dayak yang di Tanah borneo tanpa terkecuali dalam rangka merayakan ucapan syukur atas hasil panen padi yang melimpah,Minggu,23/03/20.

Dalam perayaan ucapan syukur ini,Suku Dayak Bekati Binua sejarik tepatnya di Dusun Baya,Desa Rodaya,Kecamatan Ledo,Kabupaten Bengkayang,sekaligus berdoa agar hasil panen selanjutnya juga bagus dan terhindar dari hal-hal yang tidak baik yang dapat menimbulkan malapetaka,

Selesai dari acara ritual yang dilaksanakan oleh tetua-tetua adat awak media langsung mewawancara ketua panitia Timotius Taim,SH.
Ketua Umum Kampung Budaya Rumpo Sejarik,Dusun Baya,Desa Rodaya,Kecamatan Ledo,Kabupaten Bengkayang beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media ???.

1.Menurut pengertian masyarakat setempat terkait masalah Nyaba’K dan Panen Padi Baru,menurutnya adat Nyaba’K dan Ritual Nitik sebagai pertanda ucapan syukur kita kepada Jubata.
2.Pelaksanaan Tahun Baru Padi Prosesi ritualnya seperti apa.
Malam pas mahgrib kita potong ayam dan potong daging babi untuk mempertandakan bahwa kita mengusir roh-roh jahat dulu dan kemudian kali ini puncaknya merupakan ucapan syukur kita kepada Roh Leluhur kita,dengan satu rangkaian korban 1 ekor ayam,1 ekor babi,dan kemudian satu ekor anjing dibagi setiap kampung yang disebut dengan babiris.
3.Apa yang dimaksud dengan Bentanan adalah serangkaian rumah adat khusus untuk membuka lahan jadi kita beracara dulu karna kita tidak boleh serta merta membuka hutan itu tanpa beracara yaitu acara adat.
4.Hubungan Tahun Baru Padi dan Nyaba’K kalau Nyaba’K itu artinya alat musik Pemanggilan.
Kita mengucap syukur kepada Jubata hasil panen padi yang melimpah
Nyaba’K pemanggilan Roh-roh leluhur yang dianggap berjasa melindungi anak-anak daerah sini dan orang-orang yang ada dikampung Dusun Baya.
5.Sejak kapan Nyaba’K itu di adakan dan ini sudah yang ke berapa kali menurutnya ini bukan baru sekarang hasil dari survei maupun tidak tertulis kurang lebih 300 Tahun lamanya,hal ritual adat ini sempat terkendala 7 tahun.

Pak Langga sebagai Pemangku adat kami yang sudah berumur 107 tahun meninggal,kemudian pada tahun 2015 kami muncul lagi karna sudah ada kader untuk sebagai Pematek itu beberapa orang sehingga kami muncul kembali artinya sudah sekian ratus tahun.

6.Bagaimana tanggapan bapak mengenai Nyaba’K dan Tahun Baru Padi dan tidak hadirnya tamu- tamu undangan dari pejabat kabupaten bengkayang dan kecamatan Ledo,mungkin salah satu karena isu corona ini sehingga menyebabkan mereka takut untuk berinteraksi dan takut bersalaman tangan dan dari pihak kami pun harap maklum ketidak hadiran mereka.

7.Terkait Anggaran jujur ya kepada awak media kami Nyaba’K dikampung budaya rumpo sejarik ini kami tidak memohon bantuan baik dari Pemkab Bengkayang maupun dari Desa Rodaya justru kami harus belajar mandiri karna itu adalah adat untuk nenek moyang,ke depannya kami akan mengajukan proposal untuk fisik misalnya bangunan bentanan atau rumah nanyang,termasuk baju-baju adat,alat gong dan alat musik lainnya.

8.Harapan kepada Pemrintah saya selaku ketua umum perkumpulan masyarakat Dayak Rumpo Sejarik sangat-sangat berharap kepada pemerintah kabupaten bengkayang agar kedepannya kami ini difasilitasi dan dibantu dari segi apapun kalau tidak kami nyakin akan jalan di tempat.
Menurut Timotius Taim,SH satu-satunya yang punya badan hukum disini dan punya akta notaris hanya di kampung baya ini yang per tanggal 18 Februari 2018,saya selalu ketua umum Timotius Taim,SH dan Saudara Edianto,ST sebagai sekretaris,Saudara Yakob sebagai Bendahara kami semua adalah Pegawai Negeri Sipil/PNS yang memberi contoh kepada masyarakat untuk tetap melestarikan adat dan budaya tidak boleh kita hilangkan tercatat dalam pasal 18 UUD 1945 jelas bahwa negara sudah mengakuinya dan badan PBB juga mengakui adat-adat Hak Pribumi bangsa itu pasal 169 yang artinya kita dilindungi oleh PBB tidak ada seorang pun yang mencoba-coba ingin mengganggu acara ritual kita ini yang sangat suci.”Ungkapnya.

Ditempat yang berbeda awak media tidak luput juga mewawancarai Pak Kades Desa Rodaya Sumadi menurutnya saya berharap kedepannya Tahun Baru Padi dan ritual adat ini harus tetap kita lestarikan karna acara ini sudah tradisi nenek moyang kita dari jaman dulu dan ini juga merupakan suatu ucapan syukur trima kasih kita kepada Jubata.

Ungkap salah satu Ketua Komunitas Pecinta Seni Budaya Dayak,kami juga berharap kepada muda-mudi di kabupaten bengkayang selalu aktif dan selalu giat dalam mengembangkan budaya yang ada di kabupaten bengkayang,kita ini adalah tonggak kemajuan suatu daerah kita aensiei,tonggak budaya itu akan runtuh kalau tidak ada pergerakan segera kita bersatu untuk
Memajukan budaya-budaya baik yang sudah ada maupun dan yang akan kita gali terus dan kami mendukung dan kami akan acara pesta gawai dayak padi di Dusun Baya,Desa Rodaya,kecamatan ledo kabupaten bengkayang.”Tutupnya.

(Rinto)