Gelapkan Dana Desa, Datuk Penghulu Alue Sentang Ditangkap Polisi

Spread the love

Aceh Tamiang | NUANSAREALITANEWS.COM, – Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief S Wibowo saat menyampaikan press rilis terkait penggelapan dana desa mantan Datuk Penghulu Kampung Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed Kabupaten. Aceh Tamiang di Mapolres setempat, Senin (9/3/2020).

Pertama terjadi di Polres Langsa, gelapkan Alokasi Dana Desa tahun 2016 senilai Rp 897.804.312 bersumber dari dana APBN dan APBK Tahun 2016, mantan Datuk Penghulu Kampung Alue Sentang Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, NA ditangkap setelah kabur setahun ke Malaysia, Senin (9/3/2020).

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto, SH. SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo mengatakan, tersangka, NA sebagai Datuk Penghulu Desa Kampung Alue Sentang Kecamstan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang ditangkap terkait duga tindak pidana korupsi terhadap alokasi dana Desa Kampung Alue seuntang tersebut

Di mana, lanjut Kasat Reskrim, NA selaku Datuk Penghulu melakukan
penyelewengan dana desa tersebut dilakukan dengan cara mengambil uang dari rekening kas kampung yang seharusnya dilakukan untuk program kegiatan kampung namun faktanya kegiatan sebagian ada dilaksanakan namun tidak selesai.

Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan RAB dan gambar dan ada juga kegiatan tidak di laksanakan namun uangnya sudah diambil NA tersebut.

“Hasil laporan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari BPKP Perwakilan Aceh menerangkan bahwa terhadap kegiatan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dikerjakan oleh NA, sehingga menyebabkan kerugian keuangan,” sebutnya.

Kemudian pada perhitungan jumlah SILPA tahun anggaran 2016 yang tidak dilaporkan dalam
pertanggung jawaban dana Desa Alur Sentang adalah sebesar Rp. 95.968.500. Selain itu, kerugian keuangan negara atas pelaksanaan program/kegiatan Tahun 2016, sebesar Rp 282.667.600.

Selanjutnya, berdasarkan laporan hasil audit BPKP perwakilan Aceh tanggal 17 September 2018,
tentang perhitungan kerugian keuangan negara terhadap perkara tindak pidana korupsi penyelewengan alokasi dana desa Kampung Alue Sentang Kecamatan Manyak Payed Kabuoayen Aceh
Tamiang Tahun anggaran 2016, adanya penyimpangan yang menimbulkan kerugian
keuangan negara yaitu angka (1) ditambah angka (2) menjadi sebesar Rp 378.636.100.

Hasil penyidikan yang telah dilakukan, dengan berdasarkan atas keterangan saksi-saksi dan bukti yang ada, sehingga pihak yang bertanggung jawab atas timbulnya kerugian keuangan negara tersebut saat ini NA ditetakan sebagai tersangka oleh Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Langsa.

“Tersangka sebelum ditangkap sempat melarikan diri ke Malaysia selama lebih kurang setahun,” ungkap Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya, urai Kasat Reskrim lagi, tersangka NA dijerat Pasal 2 yo Pasal 3 dan Pasal 8 UU.RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU.RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun, dan denda paling
sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000,” tandasnya. (zainal).

Related posts