Komisi V Soroti Pembagunan Rumah Sakit Regional Kota Langsa Yang Terkesan Lambat

Spread the love

Kota Langsa, Aceh | NUANSAREALITANEWS.COM,-Laju pembangunan Rumah Sakit Regional di Kota Langsa, dinilai pimpinan dan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), berjalan lamban.

Bahkan hasil kunjungan wakil rakyat Aceh, kamis (12/3/2020) menyimpulkan, bila pengalokasian anggaran setiap tahun hanya Rp 50 miliar, maka membutuhkan waktu sekitar 24 tahun, baru rumah sakit itu rampung.

Hitungan pimpinan dan anggota Komisi V DPRA tersebut didasari pada kebutuhan yang diperkirakan membutuhkan fulus senilai Rp 1,2 triliun.

“Mendesak Pemerintah Aceh agar segera menuntaskan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Kota Langsa,” kata Pimpinan dan anggota Komisi V DPRA, seperti rilis yang diterima media ini, saltu (14/3/2020).

Dewan mendesak percepatan pembangunan rumah sakit regional, bukan tanpa alasan, karena rumah sakit regional itu menyangkut kebutuhan masyarakat banyak.

Selain itu, percepatan pembangunan rumah sakit regional juga sebagai upaya untuk meminimalisir semakin padatnya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Apalagi lagi, pembangunan rumah sakit regional, merupakan program prioritas Pemerintah Aceh.

“Dari tinjauan yang dilakukan Komisi V DPRA, pengalokasian anggaran setiap tahunnya untuk pembangunan RS Regional Langsa ini masih kurang maksimal,” jelas dewan.

Selain mendesak Pemerintah Aceh, Komisi V DPRA juga merekomendasikan Kepada Pemko Langsa, agar kebutuhan anggaran lanjutan pembangunan fisik RS regional Langsa, disampaikan dalam Musrenbang Aceh mendatang.

Nah, sebagaimana diketahui gagasan pembangunan rumah sakit regional itu lakukan pada Pemerintahan dr.Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, maka Pemerintah Aceh saat itu tentu melanjutkan program sebelumnya tandasnya.(Zainal)

Berita Sebelumnya