LAUNCHING PSKC DIMERIAHKAN BAND ROCK JAMRUD

Spread the love

CIMAHI | NUANSAREALITANEWS.COM,-Sebagai wakil tunggal Jawa Barat yang berlaga di Liga-2 musim 2020, PSKC
Cimahi siap merasakan kebesaran animo sepak bola khas Tanah Sunda. Klub ini berbasis di Cimahi, salah satu kota di Jawa Barat yang akrab dengan julukan ‘Kota Hijau’ dan ’Kota Tantara’ (red- kota tentara/militer).

PSKC Cimahi sendiri sudah dijuluki ‘Laskar Sangkuriang’, yang terinspirasi dari cerita rakyat ‘Legenda Sangkuriang’ dan ‘Tangkuban Parahu’.

Memasuki musim 2020, PSKC yang terbentuk sejak 2001 silam, mulai memupuk energi dengan mengusung jargon “PSKC Berani, PSKC Bisa, PSKC Siap”. Meskipun menyandang status sebagai klub promosi dari Liga-3, PSKC Cimahi berani untuk membuktikan kepada (setidaknya) para Greentroops – nama
kelompok suporter PSKC, bahwa mereka akan menjadi lawan tangguh nan merepotkan bagi seluruh peserta Liga-2.

Beragam persiapan pun dilakukan dengan matang. Selain penguatan di bursa transfer, salah satu persiapan lain ialah helaran grand-launching khusus, guna memperkenalkan squad dan seragam resmi yang
akan menjadi identitas ikonik PSKC Cimahi di sepanjang musim 2020.

Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Maret 2020 di Stadion
Sangkuriang – salah satu gedung olahraga legendaris milik Cimahi. Dengan tajuk Launching Team & Jersey PSKC Cimahi 2020, helaran ini berdurasi sekitar 6 jam.
Selain memperkenalkan squad resmi dan seragam terbaru, acara ini juga berisi aneka sesi interaktif, dan dipungkas oleh live-music performance dari beberapa
musisi penampil, salah satunya band legendaris Indonesia, Jamrud – yang juga dikenal sebagai grup musik asli Cimahi.

Acara ini diharapkan bisa mewadahi energi kolektif dari masyarakat Cimahi terhadap sepak bola, khususnya menambah daya
dukung untuk PSKC Cimahi yang akan segera terjun ke kasta medan perang nomor dua tertinggi se-Indonesia.

PREVIEW SQUAD & STAFF PSKC CIMAHI Dari segi manajerial, PSKC Cimahi masih tetap diarsiteki legenda hidup Timnas Indonesia, Robby Darwis, yang merangkap juga sebagai Direktur Teknik.
Coach Robby akan bahu-membahu bersama sang Asisten Manajer, Nurjati, dan Manajer Kepala, Saenal Akbar, di bawah naungan Rudy Julianto selaku Direktur Utama. Tim manajerial juga dilengkapi Rakhmat sebagai Sekertaris Umum, dan
Melita Noviani selaku Direktur Keuangan. Komisaris Utama PSKC Cimahi masih dijabat oleh Eddy Moelyo, sedangkan S.T. Burhanudin dan Mayor Jenderal Cucu
Somantri, S.Sos. masing-masingnya menjabat sebagai Pelindung serta Pembina PSKC Cimahi.

Dari segi kedalaman skuad, PSKC Cimahi kini dihuni 25 pemain. Sekitar 50 persen pemain masih sama dengan skuad tahun lalu. Di pos penjaga mistar gawang, ada David Sanjaya, Taopik Hidayat, dan Rizal. Di lini belakang, sederet nama siap melindungi jantung pertahanan PSKC, yakni: Bima Reksa, Ahmad Taufik,
Aidil, Khokok, Zakaria, Agus, dan Dion. Sedangkan di sektor tengah, barisan para gelandang siap berjibaku guna memberi aliran bola terbaik, berisi: Nasikin, Saeful
Abdul, Abdur Rohim, Wahyu Sosilo, Kobepa, Panji, Reza Erlangga, Adam Anis, Abdul Ali, dan mantan regista Persib Bandung, Agung Pribadi. Di garis terdepan, para striker siap menjadi yang tertajam, mulai dari D. Sasongko, Rikza S.Y, mantan
penyerang Persib dan Persikab Soreang, Tantan, hingga hadirnya duo wing-forward yang juga eks Persib Bandung: Siswanto dan Atep Rizal.

Laga tahun ini PSKC CIMAHI disupport oleh BNI 46 dan MBB Apparel. Sesi pengenalan jersey resmi PSKC Cimahi beserta topik-topik mendetail lainnya, akan dibahas lebih rinci pada penyelenggaraan Launching Team & Jersey PSKC Cimahi 2020, tanggal 8 Maret 2020, di Stadion Sangkuriang, Kota Cimahi, sejak pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

EMPAT EKS BINTANG PERSIB SIAP BERJUANG UNTUK CIMAHI Kita patut menggarisbawahi kehadiran 4 nama baru dalam skuad PSKC kali ini: Tantan, Atep Rizal, Agung Pribadi, dan Siswanto – kuartet bintang PSKC Cimahi yang sempat populer sebagai punggawa klub raksasa Jawa Barat, Persib Bandung.

Meski kini usia keempatnya terbilang veteran, kematangan mental dan saratnya jam terbang mereka, akan menjadi sumbangsih bernilai tinggi, terhadap kepercayaan diri klub, mentalitas tim, hingga pembentukan kultur kerja para pemain generasi muda, khususnya bagi sederet talenta PSKC yang masih memerlukan tutor dan sosok role model berkualitas.

Tantan Dzalikha, penyerang kelahiran Lembang yang pernah memperkuat
tiga klub di level tertinggi Liga Indonesia, mulai dari Persitara Jakarta Utara, Sriwijaya FC, hingga mencatatkan diri ke dalam skuad juara Liga Indonesia 2014 bersama Persib Bandung. Tantan sempat juga menembus skuad senior Timnas
Indonesia. Kematangan sosok poacher berusia 37 tahun ini, dipercaya bisa menjadi figur positif bagi sesama striker PSKC Cimahi, D. Sasongko dan Rikza S.Y – baik
sebagai tandem maupun sebagai mentor. Berbicara kualitas individu seorang
Tantan, ia punya mental juara yang sesuai dengan apa yang PSKC Cimahi sedang butuhkan – mengingat Tantan pernah juga menjuarai Divisi Dua Liga Indonesia musim 2004 bersama Persibo Bojonegoro.

Berikutnya ada Atep Ahmad Rizal, gelandang serang berusia 34 tahun yang malang-melintang bersama Persib Bandung, Persija Jakarta, Persiba Bantul, dan Mitra Kukar. Di samping pengalamannya bersama klub besar taraf nasional, Atep
juga langganan tim nasional sejak level remaja. Atep pernah merasakan atmosfir Timnas U-17, U-19, U-21, U-23, hingga tampil di level tertinggi timnas senior pada 2007, tepatnya di ajang Piala Asia dan AFF. Pengalamannya sebagai pesepakbola
Indonesia high-profile sudah tak perlu diragukan. Sosoknya pernah sangat ikonik di mata para bobotoh sejak menjadi profilic-winger milik Persib. Atep dikenal gigih
menyisir sayap pertahanan lawan, dengan kombinasi dribble, passing, crossing, shooting, dan composure yang jarang dimiliki pemain lokal. Hasilnya terbaiknya, Atep membawa Persib menjuarai Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.

Tidak heran, bila alumnus SSB UNI dan Persib U-18 ini kemudian menjabat sebagai
kapten Persib di tahun-tahun berikutnya. Dengan julukan unik, “Lord Atep” (Tuan
Atep), playmaker-forward kelahiran Cianjur ini sudah siap mewariskan segala ilmunya untuk PSKC Cimahi, berbekal perjalanan sakralnya selama 11 tahun berseragam Persib. Mentalitas, leadership, dan segenap succes stories dari seorang
Atep akan menjadi fondasi penting bagi perjalanan baru PSKC Cimahi.
Selain Atep dan Tantan, PSKC Cimahi masih punya Muhammad Agung
Pribadi, eks gelandang bertahan Persib yang juga terdaftar ke dalam skuad juara liga musim 2014. Agung Pribadi pernah juga membela Persela Lamongan, Sulut United, dan PSIM Yogyakarta. Artinya, pengalamannya di Liga-2 terbilang lebih dari
cukup. Usianya kini menginjak 30 tahun – masih di fase matang untuk diplot sebagai jangkar utama PSKC Cimahi. Selain menjadi defensive-midfielder, pria berpostur
172 sentimeter ini juga bisa beroperasi sebagai bek kanan. Artinya, kehadiran Agung Pribadi tak hanya menjadi salah satu tulang punggung skuad utama saja,
namun juga pas untuk dijadikan figur senior di dua sektor sekaligus: mentor bagi para pemain tengah sekaligus bagi para bek sayap juga (terlebih yang masih di level akademi). Mengingat Agung, Atep, dan Tantan adalah pesepakbola ‘Sunda Asli’,
maka faktor ini kian menambah nilai plus milik PSKC. Tak hanya untuk adaptasi diri ketiga nama tadi, namun juga untuk memperlancar kultur kerja lintas generasi.

Nama terakhir adalah Siswanto, mantan punggawa Timnas Indonesia di level senior dan U-23, yang sudah kenyang pengalaman bersama 7 klub besar Indonesia. Mulai dari Persekabpas Pasuruan, Persmin Minahasa, Persema Malang, Sriwijaya
FC, Gresik United, Persiba Balikpapan, hingga Persib Bandung. Dengan postur 165 sentimeter, Siswanto dinilai pas untuk beroperasi sebagai wing-forward. Apalagi ia
bisa bermain di sayap kanan dan kiri sama baiknya. Meski usianya sudah menginjak 35 tahun, Siswanto akan bahu-membahu dalam melakukan penetrasi di sisi sayap pertahanan lawan, bersama “Lord Atep”.

Jika menilik fenomena, bahwa posisi wingforward adalah posisi terfavorit pemain muda semenjak era Messi Ronaldo, maka duat Atep-Siswanto di PSKC tak hanya bisa menakutkan setiap tim lawan, namun
merangkap juga sebagai sepasang mentor berkelas bagi para calon wing-forward masa depan Cimahi.

SUSUNAN ORGANISASI
Pelindung : S.T Burhanudin
Pembina : Mayjen TNI Cucu Somantri, S.Sos.
Komisaris Utama : Eddy Moelyo
Direktur Utama : Rudy Julianto
Direktur Keuangan : Melita Noviani
Direktur Teknik : Robby Darwis (headcoach)
General Manager : Saenal Akbar
Sekretaris Utama : Rahmat Hidayat
Pelatih : Robby Darwis
Ass. Pelatih : Nurjati
Pelatih Fisik : Ricky Ferarri
Pelatih Kiper : Herman Suherman.

(Dewa/Agil)

Related posts