MAKAN GAK BISA DI-LOCKDOWN, UNTUK ITU PASAR HARUS TETAP BUKA

Spread the love

BANDUNG | NUANSAREALITANEWS.COM,-Wabah virus corona (Covid 19), telah dengan cepat menyebar di negara kita. Kondisi ini memerlukan penangan secara terintegrasi dari semua pihak tanpa kecuali

Kebijakan *social distancing* adalah salah satu upaya memutus rantai penyebaran di tengah tengah masyarakat. Yaitu membatasi berkumpulnya orang dalam satu tempat. Kalau pun harus berkumpul dalam satu tempat maka harus diupayakan menjaga jarak satu dengan lainnya.

Namun demikian, tiap kebijakan pasti ada pihak yang harus dikorbankan salah potensi yang jadi korban adalah pasar rakyat, karena pasar adalah area tempat berkumpulnya oramng dalam.jumlah yang banyak

Menyadari akan hal itu, DPW APPSI JABAR mencoba mencari jalan tengah, yaitu bagaimana agar pasar buka khususnya untuk pedagang kebutuhan pokok penting guna melayani kebutuhan masyarakat, karena ingat, makan gak bisa di *lockdown*.

Jalan tengah tersebut, diantaranya menjaga prinsip pencegahan penyebaran virus dengan menjalankan kaidah *social distancing*, dengan cara menjaga jarak berinteraksi sosial antara satu dengan lainnya.

Hal yang dapat diupayakan dalam waktu program social distancing adalah mencoba melakukan sistem berdagang secara bergilir dengan menjaga jarak kios di pasar yang buka.

Tapi rencana itu harus disosialisasikan dengan baik agar tidak memperoleh resistensi.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Sumber Hurip Margahayu Raya Kota Bandung pada Minggu (22/3/20) diketahui bahwa pengunjung pasar masih cukup ramai, dengan penurunan hanya sedikit dari biasanya di akhir pekan.

Tapi ada hal yang harus dicermati adalah kesadaran masyarakat memakai alat pelindung khususnya masker masih rendah. Yang paling menghawatirkan adalah dari sisi pedagng sangat sedikit yang memakai masker.

Hal itu menjadi tantangan sendiri bagi kami. Makanya mulai hari ini DPW APPSI JABAR mencoba memasang spanduk kampanye preventif yang berisi himbaun memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan sebelum dan sesudah dari pasar, segera mengganti pakaian sesampai di rumah.

Selain itu, hal yang harus diantisipasi dalam masa social distancing ini adalah stabilitas pasokan kebutuhan pokok yang untuk dua tiga bahan mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Menyadari akan hal itu, maka semua pihak untuk bersama sama mengambil tanggung jawab sosial masing masing antara lain tidak membeli barang secara berlebihan dan melakukan spekulasi dengan cara menimbun barang untuk kepentingan sesaat.

Berkaitan dengan praktek spekulasi penimbunan barang, DPW APPSI Jabar mengecam keras dan menolak tegas.

Karena praktek penimbunan barang nyata nyata akan merugikan masyarakat dan negara. Dengan demikian harus dijadikan musuh bersama.

Untuk itu, DPW APPSI Jabar dan jajaran pedagang se Jawa Barat mendukung penuh upaya jajaran POLDA JABAR memberantas mafia pangan Jawa Barat. Sama halnya dengan kampanye social distancing, dalam konteks praktek spekulasi kami akan memasang spanduk di seluruh Jawa Barat, dimana spanduk tersebut, lebih ditekankan kepada peringatan kepada para spekulan untuk tidak mencoba bermain main melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok, karena akan berhadapan dengan hukum.

Ketika ditanya kemungkinan *lockdown*, H Nang Sudrajat menjelaskan,” kita harus siap dengan kemungkinan terpahit. Kebijakan lockdown itu kewenangan pemerintah yang tentu saja harus dihitung cermat untuk kepentingan bangsa.

Dalam.konteks itu, negara akan mengambil alih 100% kendali logistik kebutuhan msayarakat. Dan kalau itu terjadi APPSI beserta jajaran pedagang siap untuk membantu pemerintah menjadi jaringan distribusi logistik tersebut,” tegasnya.

(Rudi)

Related posts