MASA JABATAN Pj WALIKOTA MAKASSAR SEGERA BERAKHIR

Spread the love

MAKASSAR | SULSEL | NUANSAREALITANEWS.COM, – Masa Jabatan (Pj) Walikota Makassar DR Iqbal Suhaeb akan segera berakhir pada tanggal 13 Mei 2020, Iqbal menjabat selama satu tahun sesuai regulasi yang berlaku Iqbal Suhaeb mulai menjabat Pj Walikota Makassar pada tanggal 13 Mei 2019.

Demikian diungkapkan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov SulSel Hasan Basri Ambarala kepada awak media Rabu 11 Maret 2020 di Makassar. Mantan Camat Rappocini Kota Makassar ini mengatakan. Pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Kemendagri, agar Gubernur SulSel segera mengajukan usulan nama yang akan ditunjuk menjadi Pj Walikota Makassar sebelum masa jabatan Iqbal Suhaeb berakhir.

“Ambarala mengungkapkan, bukan hanya Kota Makassar saja yang segera berakhir masa jabatan kepala daerahnya, tetapi ada 12 Kabupaten/Kota di SulSel yang sama dengan Makassar.

Hanya saja, kata Ambarala, dari 12 Kabupaten/Kota ini, sebanyak 9 daerah yang akan diisi oleh Pejabat, selebihnya merupakan Pelaksana Tugas. Pejabat sesuai regulasi, adalah daerah yang telah berakhir masa jabatan Kepala Daerahnya. Sedangkan Pelaksana Tugas adalah Daerah yang belum berakhir masa jabatan Kepala Daerahnya, tetapi Kepala Daerah yang bersangkutan ikut dalam Pilkada serentak sehingga jabatannya harus diganti oleh Pelaksana Tugas.

‘Menurut Ambarala dirinya segera meminta petunjuk kepada Gubernur SulSel Nurdin Abdullah, tentang nama-nama yang akan dipercayakan menjalankan tugas Pejabat dan Pelaksana Tugas. Biasanya setiap daerah yang akan ditunjuk Pejabat dan Pelaksana Tugas, dicantumkan tiga nama dan diusulkan ke Kemendagri. Salah satu dari mereka yang disetujui Kemendagri akan di SK Kan dan dilantik oleh Gubernur.

Khusus Kota Makassar, sekitar setahun lalu Gubernur SulSel mengusulkan tiga nama, lantas Kemendagri menyetujui satu nama, yakni DR Iqbal Suhaeb. Tiga nama tersebut sebelumnya dipilih melalui serangkaian proses seleksi. Namun sebenarnya hal seperti itu tidak menjadi aturan yang baku. Sebab biasanya Gubernur SulSel hanya langsung mengajukan tiga nama tanpa perlu melalui proses seleksi. Demikian diungkapkan Umar Arif Ruhma, SH, salah seorang Pemerhati Pemerintahan dan Pilkada serentak 2020.

“.Kata Umar, pada pengalaman penunjukan Pj Walikota Makassar yang lalu, ternyata tidak berdasarkan nilai tertinggi dari hasil seleksi. Faktanya, Kemendagri justeru menunjuk Iqbal Suhaeb yang mungkin saja karena Iqbal Suhaeb dianggap yang paling kompeten diantara dua calon Pj Walikota Makassar lainnya pada saat itu

Masih kata Umar tentang kemungkinan siapa yang akan ditunjuk oleh Gubernur SulSel menjadi Pj Walikota Makassar untuk delapan bulan ke depan sesudah masa jabatan Iqbal berakhir, bisa saja Iqbal kembali ditunjuk oleh Gubernur SulSel, atau boleh juga Pejabat Pemprov SulSel lainnya yang sedang menduduki jabatan di eselon II.

“Yang pasti kata Umar, Gubernur SulSel dalam menunjuk Pj Walikota Makassar, etikanya harus yang berposisi netral di Pilkada. Apalagi pada masa delapan bulan ke depan, perhelatan Pilkada serentak diperlukan pemimpin daerah yang netral, tidak memihak pada salah satu calon atau bakal calon kepala daerah yang maju bertarung di Pilkada.’ Tutupnya.(Joko S)

Berita Sebelumnya