0 views

MP Arcamanik Tanpa Kompromi Tegakkan Perda

Spread the love

BANDUNG | NUANSAREALITANEWS.COM,-Pasca digeledahnya pabrik narkoba jenis PCC di Wilayah Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat beberapa Minggu lalu, membuat MP (Mantri Polisi) Kecamatan Arcamanik Warsan, S.E.,M.M beserta jajaran meningkatkan pengawasan.

Warsan, S.E.,M.M selaku MP Kecamatan Arcamanik mengatakan,” kami telah melalukan beberapa tindakan pencegahan berupa pendataan para pemukim yang tinggal di kontrakan/kos-kosan sekitar Kecamatan Arcamanik,” ucapnya saat ditemui oleh Nuansarealitanews.com Selasa (3/3/2020) di ruang kerjanya Jalan Cisaranten Kulon, Arcamanik Kota Bamdung.

Sepak terjang dari pria 55 tahun ini telah menoreh beberapa prestasi yang cukup membanggakan bagi masyarakat. Di mulai dari satu bulan sejak dirinya dilantik menjadi Mantri Polisi Kecamatan Arcamanik, Ia telah menindak sebuah Rumah Makan Padang yang bangunannya berada diatas wilayah drainase.

“Kasus RM Padang ini, sempat ingin menyuap kami sebesar 5 juta sebetulnya agar kami tidak menertibkan bangunan tersebut, namun hal ini jelas dilarang, serta keberadaannya membawa dampak buruk bagi sekitar, saya bertindak tegas,” akunya pada NR.

Sikap tegas & kejujuran yang ditunjukkan atas kinerja ayah dari 2 orang anak ini, membuahkan hasil yang setimpal. Terbukti dari sepanjang wilayah yang terbentang sebesar 640.571 Ha tak ada masalah serupa yang terjadi lagi.

Dirinya kerap tanpa kompromi dalam penegakan Perda Kota Bandung kembali diuji saat masalah mengenai pendirian rumah karoke pada Bulan Februari lalu.

“Kita dapat keluhan dari masyarakat tentang adanya rumah karoke yang terletak di Kelurahan Cisaranten Endah, disinyalir terindikasi ada praktek prostusi di kawasan itu,” paparnya pada NR.

Dengan penyelesaian yang alot, akhirnya rumah dengan 3 ruangan itu berhasil ditutup pada Bulan Desember 2019 silam.

Camat Arcamanik Drs. Firman Nugraha, M.M yang ditemui secara terpisah mengamini apa yang dikatakan Warisan ini dan menuturkan,”Pendataan-pendataan terkait para pemukim non-tetap akan diperhatikan lebih dalam, kami akan bekerja sama dengan pemilik kontrakan/kos-kosan, RT/RW setempat hingga masyarakat sekitar,” ucapnya.

“Kita usahakan agar tak lagi terjadi hal serupa di wilayah ini.” Jelasnya.

Masyarakat sekitar yang juga mengaku resah dengan ditemukannya pabrik narkoba jenis PCC merasa lebih aman dengan tindakan berupa pendataan ini.

“Kalo waspada sih pasti ya, namanya juga masyarakat yang tinggal disini, takut kalo anak-anak kita juga kena. Makanya pas dikasih tau bakal didata, kita mah seneng-seneng aja. Artinya kan camat sini sampe jajaran di bawahnya ngasih bukti kerja pencegahan yang pasti,” ungkap narasumber salah seorang warga yang tinggal di kontrakan sekitar jalan Cingised.

Lebih jauh, Warsan menghimbau agar masyarakat bersedia untuk lebih waspada dan bekerjasama dengan bagian Ketertiban Umum.

“Kami selalu terbuka untuk masyarakat yang ingin melaporkan keresahannya, akan kami layani dengan cepat.” Pungkas Warsan.(Latif)