PRAKTISI HUKUM ANGKAT BICARA TERKAIT KEMATIAN HARTONO DI TAMBANG PTBA

Spread the love

MUARA ENIM | NUANSAREALITANEWS.COM,-Tampaknya kronologis kematian Almarhum Hartono masih menjadi misteri, apa yang sebenarnya menyebabkan kematian Almarhum Hartono, karena kalau kita lihat tupoksi kerja Almarhum adalah seorang sopir, dan kalaupun seandainya Almarhum Hartono meninggal kecelakaan pada saat mengendarai mobilnya tentu wajar, namun yang terjadi beliau meninggal tergilas belt conveyor saat membersihkan alat tersebut, tentu ada 2 kemungkinan penyebabnya, pertama beliau diperintah oleh oleh pimpinannya apakah itu dari pihak PT PEL atau dari Pihak karyawan PTBA untuk ikut membantu pekerjaan pembersihan di Belt Conveyor itu atau memang atas kemauan beliau sendiri untuk ikut membantu pekerjaan itu hingga menyebabkan Dia meninggal dunia. Kalau kita lihat SOP pekerjaan di Belt Conveyor itu, disana ada bagian listrik, bagian mekanik, bagian Rubber dan operasional, itu berarti sudah ada tupoksi kerja masing masing, bila mengacuh ke SOP tentu tidak akan terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian.

Jadi, kalaupun penyebab kematian Almarhum Hartono karena 2 hal tersebut maka yang salah tetap pihak PTBA, ini dikarenakan, pertama bila Almarhum diperintah untuk ikut membantu berarti telah terjadi kesalahan SOP, kedua bila itu atas kemauan dari Almarhum untuk ikut membantu bekerja membersihkan Belt conveyor, mengapa dibiarkan, jadi ini juga kesalahan SOP, yang menjadi pertanyaan kita apakah kematian Almarhum Hartono ini murni kecelakaan tambang atau kelalaian yang menyebabkan kematian?

Seorang praktisi Hukum di Sumsel Jamaludin, SH ketika dihubungi oleh Nuansarealitanews.com mengenai permasalahan ini mengatakan ” kita lihat dulu dari kronologisnya, kalau beliau sopir bukan bagian Belt conveyor maka telah terjadi kesalahan SOP, bila beliau diperintah atau disuruh maka yang memerintah tersebut harus bertanggung jawab, kalaupun atas atas kemauan sendiri tetap itu kesalahan SOP mengapa tidak dilarang, jadi merujuk kepada pasal 359 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana menjelaskan soal kelalaian yang bisa menyebabkan kematian orang lain, dalam aturan itu disebutkan, siapapun yang karena kesalahannya menyebabkan kematian orang lain, maka bisa dihukum penjara paling lama 5 tahun,” tuturnya via selular, Minggu (8/3/20).

(Syerin/Muklis)