Ratusan Warga Lakukan Pemancangan Di Bawah Jalur Aliran Listrik Pinggir Jalan Batang Serangan

Spread the love

LANGKAT | SUMATERA UTARA,-Sejak beberapa hari yang lalu, ratusan warga kini melakukan pemancangan di bawah lintasan jalur aliran listrik PLN pinggir jalan besar Batang Serangan yang berbatasan dengan lahan HGU PTPN II kebun batang serangan yang bertujuan untuk mendirikan kios – kios dengan ukuran 5X4 hal itu dilakukan warga dengan memancangkan bambu agar mudah untuk dibagi- bagikan kepada warga dan hal itu dilaksanakan atas kerjasama masyarkat yang berkeinginan untuk memiliki kios di pinggir jalan tersebut.

Pantauan wartawan di lokasi, para warga juga kini sudah mendirikan beberapa posko untuk dijadikan tempat pertemuan dan musyawarah.
Informasi yang dihimpun Kamis 12/3, Beberapa warga yang langsung ditemui di lokasi mengatakan bahwa kegiatan ini kami lakukan tanpa melalui sponsor dan dukungan dari siapapun dan ini murni kehendak masyarakat mengingat kondisi saat ini masyarakat sungguh sangat sulit untuk mendapat pekerjaan sehingga kami bertekad untuk mendirikan kios – kios berupa warung kopi dan lainnya yang tujuanya akan dapat membantu perekonomian kami.” Ujar mereka.

Ratusan warga yang melakukan pemancangan ini terdiri dari tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang dan Batang Serangan dan kami sebagai warga sudah merasa capek dan letih untuk mencari kehidupan yang layak, sehingga kami melakukan pemancangan ini sesuai dengan hati nurani masing – masing terus terang mereka katakana bahwa mereka berjuang tanpa dikomandoi serta tidak pakai kelompok – kelompok dan kami juga tidak pernah meminta restu kepada pihak terkait manapun baik kepala Desa maupun Camat serta instansi lainya karena kami tidak tau persis kepemilikan lahan ini tetapi kami tetap bertekad untuk menghadapi seluruh rintangan dan hambatan sehingga kami rela berjuang untuk mendapatkan lahan tersebut dan kami memang tidak menantang tetapi apabila ada yang merasa keberatan kami bersedia untuk berdialog di lapangan.’ ujar para warga tadi.

Sementara itu tokoh masyarakat di tiga kecamatan yang ditemui mengatakan merasa tidak tertarik untuk mengikuti perjuangan – perjuangan yang seperti itu karena terus terang kata mereka kita sebagai warga Negara yang baik tentunya menjunjung tinggi nilai – nilai pancasila sekaligus perundang – undangan yang berlaku di republik ini , kalau warga mau memiliki lahan tersebut wajar – wajar saja tapi hendaknya mari kita berjuang dengan cara – cara yang santun dan prosedural baiklah kita katakana kita tidak tahu persis keberadaan lahan tersebut apakah milik PU atau HGU PTPN II maka dari itu sebagai warga Negara yang baik seharusnya jangan melakukan pemancangan terlebih dahulu tetapi mari kita berjuang melalui prosedur yaitu menyampaikan hal tersebut sesuai dengan kehendak masyarakat ke DPRD langkat karena kita sebagai rakyat kan punya wakil di DPRD Langkat dan kalau perlu DPRD Sumatera Utara dan DPR RI sehingga nantinya DPR dapat duduk bersama dengan Pemkab langkat maupun pihak PTPN II tentunya melalui pertemuan itu DPR dapat memberikan solusi yang jelas kepada masyarakat lalu tidak main sembrono seperti ini yang seakan – akan masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan wakil rakyat di DPR.” tandas tokoh masyarakat tadi yang minta jangan ditulis namanya.(ST)

Berita Sebelumnya