oleh

Dir Pol Airud Polda Aceh Patroli di Laut

Spread the love

LANGSA | NUANSAREALITANEWS.COM,- – Mengantisipasi masuknya TKI ilegal melalui jalur laut dan jalur tikus di wilayah perairan Kota Langsa, Jumat (10/4) Dir Pol Airud Polda Aceh didampingi Wali Kota Langsa, Usman Abdullah melakukan patroli di laut menggunakan helikopter dan kapal.

Dir Pol Airud Polda Aceh, Kombes Pol Jemmy Krisdiantoro didampingi Kapolres Langsa, AKBP Giyarto yang dikomfirmasi wartawan mengatakan, patroli ini dilakukan sebagai upaya membatasi mewabahnya Virus Corona (Covid 19) di wilayah Aceh, khususnya di tiga wilayah timur Aceh, yakni Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur.

Di samping itu, patroli ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid 19) di tiga wilayah tersebut yang merupakan daerah rawan.

Di mana posisi pantainya bisa didarati kapal-kapal ilegal kalau ada TKI masuk dari sini.

Untuk itulah hari ini kita bersama-sama dengan Wali Kota Langsa dan forkopimda memantau dari udara dan laut guna melihat bagaimana situasi rawannya perairan kita dan beberapa muara, sungai-sungai kecil dan jalan tikus yang dimungkinkan untuk penyeberangan bagi TKI dari luar, khususnya yang berada di Malaysia ini.

Dijelaskan Jemmy lagi, sementara untuk TKI Aceh yang sudah pulang dari Malaysia dan berada di Aceh Tamiang cukup banyak tapi para TKI ini pulang menggunakan sarana transportasi yang resmi berada di Medan, Batam, Dumai pasti TKI.

Kalau pun menggunakan kapal dari Medan tetap akan dikarantina 14 hari.

“Sampai saat ini belum ada ditemukan TKK yang pulang menggunakan jalur tikus ini untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa dan Aceh Timur,” tegasnya.

Sambung Jemmy lagi, sejak kemarin, Kamis (9/4/2020) pihaknya juga telah membawa 8 bhabinkantibmas perairan yang disebar di acehTamiang.

Semua masyarakat pesisir kita berikan sosialisasi dan kita tanyakan adakah TKI yang pulang melalui jalur perairan.

“Jika ada ditemukan akan diambil langkah seperti yang disampaikan pemerintah, yakni protokol kesehatan bagi yang masuk diperiksa terlebih dahulu, selanjutnya akan diberikan karantina mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing. Namun jika ada gejala yang terdeteksi virus Corona akan dibawa ke rumah sakit,” tandasnya.

Sementara Wali Kota Langsa, Usman Abdullah menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Polda Aceh dan jajarannya yang telah berperan aktif menjaga wilayah laut Kota Langsa.

Tambahnya, inti dari pemantauan dari udara ini bukan melakukan penangkapan dan menakuti-nakuti masyarakat yang pulang melalui jalur ilegal itu.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran masuknya Virus Corona di wilayah Aceh.

“Jadi protokol kesehatan ini berlaku bagi seluruh dunia, sehingga pemerintah bisa mengetahui dan mengawasi agar dirinya tidak terancam virus dan mengacam virus ke orang lain,” pungkasnya. (Zainal)

News Feed