GUBERNUR SULSEL MENGAJUKAN TIGA NAMA CALON Pj WALIKOTA MAKASSAR KE KEMENDAGRI

Spread the love

MAKASSAR | SULSEL | NUANSAREALITANEWS.COM — Menjelang berakhirnya masa jabatan Pj Walikota Makassar DR Iqbal Suhaeb pada tanggal 13 Mei 2020, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah telah mengajukan tiga nama calon pengganti Iqbal Suhaeb.

Tiga nama ini, tidak lagi melalui proper tes, melainkan ketiganya langsung dipilih oleh Gubernur untuk diajukan ke Kemendagri, untuk ditetapka satu orang di antaranya untuk di SK kan sebagai Pj Walikota Makassar untuk menjabat mulai tanggal 13 Mei 2020 hingga pelantikan Walikota Makassar terpilih 2020 pada Pilkada Walikota tanggal 9 Desember 2020.

Diperkirakan Pj Walikota Makassar akan menduduki jabantannya hingga 2021, lebih dari delapan bulan lamanya.

Sumber BugisPos di kantor Dirjen Otda Pasilitasi Kepala Daerah dan DPR Kementerian Dalam Negeri, mengungkapkan, ketiga nama yang diajukan oleh Gubernur SulSel tersebut adalah :
Prof. Dr. Ir. Rudy Djamaluddin, MEng, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Prov Sulsel.
Prof. Dr. Yusran Jusuf, M.Si, Kepala Bappeda Prov Sulsel
Ir. Denny Irawan Saardi, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Prov Sulsel.

Sumber tersebut mengatakan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjagokan Rudy Djamaluddin, yang diisyaratkan pada nama Rudy Djamaluudin dipasang pada poin pertama dalam surat usulan.

Hanya saja, kata sumber di Kemendagri tersebut, sebagaimana pengalaman-pengalaman sebelumnya, tidak semua yang dijagokan oleh Gubernur, yang kemudian di SK kan. Contoh saat pengajuan tiga nama Pj Walikota Makassar tahun lalu, nama Denny Irawan Saardi nomor satu, tapi ternyata nomor urut 3 Iqbal Suhaeb di SK kan.
Pengalaman seperti ini, kata sumber tersebut, karena adanya intervensi atau pengaruh yang lebih kuat dibanding keinginan Gubernur, sehingga pilihan jadi berubah.

Dikatakan, kali ini, calon Pj Walikota Makassar yang diajukan, bisa saja bukan Rudy Djamaluddin yang dipilih, bisa saja Yusran Jusuf ataukah Denny Irawan Saardi.

Menanggapi tiga nama calon Pj Walikota Makassar ini, anggota DPRD Makassar dari Fraksi Golkar, Wahab Tahir, dihubungi awak media, Sabtu, 25/4/20, mengatakan, bagi dia yang penting Pj Walikota Makassar dia bisa netral di dalam isyu pilkada. Paham dan mengerti soal-soal Pemerintahan. Memiliki attitut dan wibawah di dalam mengelola Pemerintahan.

“Wahab Tahir berharap, Pj Walikota Makassar yang akan menjabat mulai 13 Mei 2020 tersebut, sebaiknya yang sesuai komitmen awal seperti disepakati DPRD Makassar dengan Gubernur Nurdin Abdullah.

Soal nama, kita serahkan sepenuhnya ke pak Gubernur. Yang penting jangan yang seperti sekarang ini, tidak punya attitut dan kewibawaan di dalam memimpin kota Makassar tegas Wahab Tahir.

(Joko/Zhoel).