Jam Malam Sudah Diberlakukan, Sejumlah Cafe di Kota Langsa Tutup

Spread the love

LANGSA | NUANSAREALITANEWS.COM,- di Pondok Cafee di Jalan A Yani Kota Langsa saat Tim Satpol PP dan Polres Langsa menertibkan pengunjung cafe, Jumat (24/4/2020) malam saptu. Petugas meminta pemilik Cafee agar menertipkan penggunjung detelah jam922.00 wib agar menutup caffe nya.

Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat Kepolisian Resor (Polres) Langsa langsung menindaklanjuti instruksi pemberlakuan jam malam. Tim terpadu ini merazia sejumlah cafe di wilayah Kota Langsa seusai shalat tarawih, Jumat malam saptu (24/04/2020), sekira pukul 21.00 WIB. Café dan warung kopi yang didatangi tersebut dihimbau agar untuk menutup usahanya.

Pantauan media, puluhan personel Satpol PP dan aparat kepolisian menyambangi Pondok Cofe di Jln A Yani, di Gampong Paya Bujok Seuleumak, Langsa Baro. Kedatangan tim tersebut mengejutkan pengunjung cafe yang menikmati kopi malamnya selepas sholat tarawih.

Namun, setelah polisi memberitahu tujuan aparat datang ke setiap cafe. “Kedatangan kami untuk menyosialisasikan aturan penerapan jam malam yang baru saja diberlakukan dan diputuskan oleh Wali Kota Langsa tadi sore,” ujar Dian Syahputra, petugas Tim Satpol PP kota Langsa.

Dia mengatakan, kebijakan ini perlu diterapkan untuk mengingatkan warga demi memutuskan mata rantai penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang sudah sangat mengancam kesehatan masyarakat di seluruh dunia ini.

Menurut Dian, sudah menjadi kebiasaan orang Aceh seusai shalat tarawih, langsung ke warung untuk minum kopi atau menghabiskan waktu menjelang sahur.

“Karena itu, perlu kami sosialisasikan agar warga mengurungkan niatnya datang ke tempat ramai seperti warung, selama dalam pemberlakuan jam malam harus tutup,” tandas Dian.

Syahril, salah seorang pengunjung, mengku memahami maksud kedatangan tim tersebut dalam rangka sosialisasi instruksi Walikota Langsa yang mulai memberlakukan kembali jam malam mulai pukul 22.00-05.30 WIB. “Saya menghargai itu tugas aparat demi keselamatan masyarakat Kota Langsa dari penyebaran virus Covid 19,” paparnya.

Tambahnya dengan demikian kita juga sebagai penggunjung atau pencandu copy ini kiranya untuk mematuhi lah peraturan pemerintah itu guna penyelamatan kita dari virus Corona ini juga kita ucapkan terimakasih kepada Muspida kota Langsa sudah memperhatikan masyarakatnya untuk cara serta sistim pemutusan rantai virus Corona tersebut.

Saat di jumpai salah satu pemilik caffe radi menyampaikan pada media memang apa yang di buat pemerintah itu benar serta untuk melindungi masyarakat dari ancaman virus Corona tersebut, tetapi kami ini si pemilik atau petugas caffe ini akan terancam tidak mendapat apa-apa alias mati total usaha kami ini karna di siang hari tidak buka warung karna puasa dan di malam hari sudah memperlakukan jam malam kembali jadi kami ini khususnya yang bekerja di caffe ini mau makan apa anak dan istri kami di rumah jelasnya.

Lanjutnya lagi kita berharap kepada pemerintah kota Langsa , ketua DPRK kota Langsa agar bisa membantu kami tentunya dalam kebutuhan kami sehari-harinya serti sembako, kalaulah memang pemerintah bisa memberikan sembako kepada kami ini tentunya kami akan bisa tidak bekerja lagi di caffe-caffe kalau tidak kami mau makan apa dan anak istri kami di rumah mau makan apa mohon pemerintah kota Langsa agar dapat membantu kami,” tandasnya.(Zainal).