Ketua Dewan Pembina Forwa Kecam Keras Penghinaan Profesi Jurnalistik,  Yang di Lakukan Oleh Mandor Kebun Karet

Spread the love

BENGKALIS | NUANSAREALITANEWS.COM,- Forum Wartawan Rupat (FORWA RUPAT), selaku Ketua Dewan Pembina, Sunardi, mengecam keras tindakan Penghinaan Profesi terhadap wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput kebakaran hebat di perkebunan karet dan sawit milik Akam, Jln. Perjuangan Desa Dungun Baru, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (01/04/2020) kemarin lalu.

“Mandor kebun karet, yang diduga melakukan tindakan penghinaan Profesi Wartawan, yang mengatakan, Wartawan Pukimak dengan berbahasa Cina (Hokien) nada arogan  harus ditindak dan disangsi tegas, karena para jurnalis bekerja dilindungi undang-undang,” kata Ketua Pembina Forum Wartawan Rupat, Sunardi melalui siaran pers yang diterima nuansarealitanews.com, Sabtu (11/04/2020).

Menurutnya, tindakan penghinaan dan pelecehan, yang dilakukan mandor kebun karet dan sawit, merupakan bagian dari pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Seperti yang diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang Pers, disebutkan bahwa dalam menjalankan profesi seorang wartawan mendapat perlindungan hukum,” ungkapnya.

Pihaknya menilai tindakan represif Mandor Kebun, kami nilai ada unsur kesengajaan. Terlihat dalam pengambilan photo, para wartawan juga menunjukkan identitas bahwa mereka seorang jurnalis.

“Prinsipnya jika tindakan represif terhadap wartawan di kecamatan rupat ini dibiarkan, dan Mandor yang melakukan tindakan penghinaan profesi wartawan Berarti pemilik Kebun memang ingin menanamkan bibit permusuhan dengan Insan Pers,” jelasnya.

“Dewan Pembina (FORWA RUPAT), Sunardi, meminta keseriusan institusi Polres Bengkalis mengusut tuntas kasus ini, bisa dilihat dari sanksi yang akan diberikan kepada oknum Mandor Kebun Karet, yang melakukan perbuatan pelecehan penghinaan, dan membuat wartawan mendapatkan perlakuan tidak senonoh akibat penghinaan. Sebab bagaimanapun, tindakan seperti itu tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

Seperti diketahui, tercatat sebanyak tiga wartawan di Kecamatan Rupat, yang mengalami aksi pelecehan dan penghinaan profesi wartawan, dari oknum mandor kebun karet, yang di duga tidak memiliki Izin Dari Dinas Penanaman Modal Satu Pintu, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kabupaten Bengkalis.

Sebelumnya, Dewan Pembina Forwa Rupat, (Sunardi) merespons tindakan pidana penghinaan oknum mandor karet, terhadap tiga wartawan yang sedang meliput Kebakaran hebat, di desa dungun baru, kec, rupat Bahkan mereka mengecam tindakan Arogan, Mandor kebun karet, terhadap pewarta yang bertugas di wilayah hukum polsek rupat ujarnya .

“Secara prinsip kami mengecam kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan peliputan,” tutup Sunardi. (Tim)

Related posts