Leasing Yang Tak Patuhi “Libur Cicilan” Sebaiknya Diusir Saja Dari Aceh

Spread the love

LANGSA | NUANSAREALITANEWS.COM, – Sejumlah lembaga pembiayaan (Leasing) yang tidak mematuhi instruksi Presiden tentang kelonggaran “libur cicilan” selama setahun akibat dampak covid-19, diminta untuk segera diusir dan/atau ditutup operasionalnya di Aceh.

“Pasca instruksi Presiden tersebut, banyak leasing umumnya di Aceh dan khususnya di Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur masih melakukan tagihan. Selain tagihan pokok, leasing-leasing itu juga ‘memaksa’ tagihan bunga dan denda pada konsumen,” demikian diungkapkan Direktur Aceh Legal Consul (ALC), Muslim A. Gani, SH, Sabtu (11/4/2020).

Dikatakannya, terkait himbauan Presiden RI Joko Widodo perihal kelonggaran selama satu tahun pembayaran bunga atau angsuran bagi para tukang ojek, sopir taksi, nelayan, masyarakat atau Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional.

Keluarnya peraturan tersebut erat kaitan dengan dampak pandemi Covid-19 desease, yang mempengaruhi pendapatan ekonomi masyarakat. Bahkan debitur yang menjalankan usahanya harus tutup akibat dampak coronavirus, ditambah kewajiban beban kredit yang harus dilunasi.

Intruksi Presiden ini seharusnya disikapi oleh semua kepala daerah di Aceh mulai dari, Gubernur / Bupati / walikota, camat karena keluhan ini terus dirasakan bagi masyarakat yang mengambil fasilitas pembiayaan pada lembaga lembaga finance, baik fasilitas pembiayaan roda dua maupun roda empat dan atau pinjaman yang lainnya.

” Sementara harus dihentikan ini. Instruksi Presiden wajib diikuti oleh semua perusahaan, kecuali bagi debitur sebelum pandemic coronavirus fasilitas kredit sudah bermasalah, dalam hal ini debitur boleh datang kepada lembaga finance untuk melakukan kesepakatan. Tapi jika debitur tidak bermasalah sebelumnya saat ini tidak bisa melakukan cicilan bulanan, ini wajib ikuti peraturan OJK yang telah disepakati dan sekaligus menjalankan Intruksi Presiden,” ujar Muslim A Gani tersebut.

Menurutnya, jika ada leasing yang mengatakan “ini bukan leasing Presiden” jadi kami tidak ikuti , maka pihaknya berharap ada upaya pemerintah daerah aceh gubernur , bupati, walikota dan camat , serta Geucik untuk megusir lembaga finance tersebut dari Aceh
Karena ini negara ada hukumnya, kita belum kehilangan pemimpin jadi semua harus ikuti aturanb dari pemimpin atau peredaran tegasnya .

Selain itu, Muslim A Gani juga mengingatkan Perusahaan Leasing untuk mengistirahatkan dept collector jangan merampas kendaraan ditangan debitur sampai Case Pandemic Covid-19 Desease ini berakhir. Sesuai dengan petunjuk Presiden Republik Indonesia tandasnya. (Zal)