Obat Mahal, Vitamin C Langka Didapat di Apotik di Kota Langsa

Spread the love

LANGSA | NUANSAREALITANEWS.COM,– Masyarakat Sukarayat dan Merandeh Kota Langsa yang berisiyal , L, N, dan D menyampaikan pada media di Pajak Kota Langsa Sejumlah apotek di Kota Langsa, Aceh. Sabtu 25 April 2020. Mahalnya obat di apotik serta toko obat yang ada di Kota Langsa, “

Lanjutnya saya sudah cari semua apotek yang ada di Kota Langsa ini tidak ada penyediaan vitamin C dan masker pun harganya 6000 per buah katanya. Padahal masker sangat di butuh oleh warga masyarakat Kota Langsa pada umumnya, untuk salah satu penyangkal memutus penyebaran virus corona atau Covid -19 yang ada di Indonesia ini jelasnya .

Seharusnya Dinas Kesehatan Kota Langsa proaktif untuk mengecek ke apotek Sehingga ketersediaan alat kesehatan berupa obat vitamin C serta abat yang lainya seperti tunikum Bayer sirup yang ditulis di kotaknya dengan harga 20.000 kini di jual 31.000 obat gatal muzarol yang biasanya satu lempeng 20.000 kini di jual 30.000 masker dulu dengan harga 1000 satu kini di jual satu 6000 dan vitamin c kini mengalami kelangkaan atau tidak ada di apotik atau toko obat ,” Stok sudah satu bulan ini kosong,” ungkapnya.

Dia menduga, kelangkaan ini kanaikan barang obatan ini dipicu merebaknya isu virus corona, sehingga membuat masyarakat Kota Langsa ikut waspada dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah atau berpergian .

Tadi pagi saya cari vitamin c hampir ke semua apotek yang ada di kota Langsa ini kosong tapi barangnya tidak ada,” ucapnya.

Dinas Kesehatan Kota Langsa harus segera mengatasi kelangkaan vitamin c ini, juga masker di Kota Langsa untuk kebutuhan masyarakat yang ada di kota Langsa ini guna untuk menggantisipasi penularan penyakit virus Corona yang sudah menyebar di seluruh dunia.

Walaupun selama ini ada yang memberi bantuan seperti masker di jalan-jalan atau di lampu merah itu tapi itu kata orang saya juga sering lewat tapi tidak ada jumpa yang memberi masker tesebut.

Jadi kita berharap kepada dinas yang terkait seperti dinas kesehatan serta dinas koperindag dan ketua DPRK kota Langsa beserta wali kota Langsa sudah selayaknya untuk turun ke toko dan pasar untuk mengecek hasil barang tersebut. tandasnya. (Zainal)