Pekerjaan Proyek Turapan Kali Kupet Kalibaru Cilodong Diduga Asal-Asalan

Spread the love

DEPOK | NUANSAREALITANEWS.COM,-Pemerintah Kota Depok Dinas PUPR SDA telah melakukan kegiatan pembangunan Turapan Kali diawal Februari 2020. Salah satu data proyek pekerjaan turap , yang diterima dari dinas terkait yakni pekerjaan Turap Kali Kupet RT/02 Kelurahan Kali Baru Kecamatan Cilodong.

Saat media meninjau lokasi , tidak ditemukan Banner pekerjaan terpasang dan adukan semen pasir masih dilakukan secara manual. Ketika proyek sudah mulai melaksanakan pengerjaan tidak memasang papan nama artinya sudah ada indikasi telah melakukan tindakan yang diduga kuat melanggar Undang-Undang No 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi kepada publik,.

Ketika diwawancara media ,Mandor Sdr Slamet dilokasi Proyek Perumahan Kopwani, Senin (6/4/2020) mengatakan ,” bahwa Banner Proyek memang ada ,namun banner dibawa-bawa oleh Koordinator Proyek yang bernama Dolly,”terangnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa mesin molen cor yang peruntukkannya untuk mengaduk semen lagi kehabisan solar, jadi ngaduknya manual saja ,”tuturnya.

Saat pantauan kami cuaca hujan deras dilokasi pekerjaan, tapi saat mengerjakan turap pun tidak segera diantisipasi untuk menutup topi turap dengan terpal ,sehingga banyak semen pasir yang sudah dikerjakan bercampur dengan air hujan.

Seorang warga masyarakat yang datang melihat pekerjaan turap tersebut, ketika kami tanya menjelaskan ,”bahwa proyek ini cenderung tidak sesuai tekhnis Standar Operasional Prosedur ( SOP) pekerjaan , yang disepakati dengan Pemerintah Kota Depok ,hendaknya pemerintah harus pandai mencari yang benar -benar pengusaha kontraktor yang proffesional ,karena anggaran untuk pekerjaan ini adalah uang rakyat,”ungkapnya.

Ditambahkannya, dari mulai pekerjaan tidak pernah ada terlihat kisdam,untuk penghalang air ,agar bawahan turapan yang berhubung langsung dengan air kali dihawahnya dapat diplester,”imbuhnya.

Berdasarkan tinjauan kami berharap Dinas PUPR lewat Bidang Pengairan melakukan uji ulang terhadap kualitas beton Turap tersebut. Karena apabila kualitasnya tidak memenuhi standart selain merugikan negara juga akan berdampak bagi masyarakat penduduk sekitar turapan. Ungkap S Manullang salah satu tokoh masyarakat.

Untuk kualitas yang maksimal seharusnya pondasi awal digali dengan kedalaman yang sudah ditentukan dalam RAB. Dibuat penahan arus, sebagai penghalang, agar air tidak membanjiri lokasi yang sedang dikerjakan,” katanya.
(Anto)