Pemerintah Desa Bajarum Melakukan Rapat Bersama Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Spread the love

SAMPIT | NUANSAREALITANEWS.COM, – Pada hari Selasa (7/4) Desa Bajarum Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, melaksanakan rapat bersama perangkat desa untuk penanggulan masalah virus corona.

Dalam rapat tersebut, pihak pemerintah desa memutuskan untuk membentuk tim relawan untuk corona. Sebagai penanggung jawab, Ketua tim yang terbentuk untuk Desa Bajarum adalah kepala desa, dibantu Ketua BPD sebagai sekretaris dan bendahara ketua LPMD Desa Bajarum, anggota keseluruhan dari perangkat desa baik RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan lain sebagainya.

Diantara kegiatan yang dilakukan tim relawan adalah melakukan penyemprotan disenfektan penyemprotn setiap hari Jum’at jam 8-10 pagi menggunakan dana desa untuk dibagikan ke RW masing-masing karena untuk rumah ibadah sudah disemprot langsng sebelumnya.

Adapun pelabuhan desa untuk sementara ditutup total, untuk yang berjualan sampai jam 9 malam tutup, menindak lanjuti himbauan dari kapolsek kegiatan meminta dana masjid di pinggir jalan untuk berhenti dulu dan kalo ada kerumunan bisa lapor ke polisi untuk dibubarkan.

Kepala Desa Bajarum, Hadriansyah, saat dimintai keterangan menyampaikan,”Sesuai dengan hasil keputusan rapat pembentukan tim covid 19 dengan kesimpulan yang pertama pembentukan tim yang mengantisipasi keluar masuknya warga Desa Bajarum dengan adanya warga tersebut tentunya yang pertama lapor kepada RT/RW juga 14 hari tidak boleh keluar masuk di jalan umum karna sesuai dengan keputusan tim karena warga Desa Bajarum ada yang dari TKI Malaysia, Jakarta, Sumatera, pada saat ini datang tentunya kami sudah membuat keputusan untuk warga yang dari Sumatra kemaren kami tidak memberikan ijin untuk tinggal di Desa Bejarum langsung kami pulangkan melalui Palangka Raya, untuk yang dari Jakarta pada saat ini mereka masih dalam pengawasan terutama diperiksa dari Puskesmas pembantu desa Bajarum dan untuk tidak keluar rumah selama 2 minggu, dan pada saat ini juga kami kedatangan lagi dari Jogjakarta, mereka masih dalam pemeriksaan tim kesehatan dan sesuai dengan kesepakatan tim kalau mereka mentaati apa yang telah diputuskan oleh tim, melakukan pemeriksaan oleh Dinas kesehatan dan tidak keluar rumah 2 minggu” ujarnya.

“Kami dari pemerintah desa melakukan semua ini karena kita dalam darurat covid 19, mudah -mudahan di bulan suci Ramadhan kita bisa beraktifitas lagi” pungkasnya. (Ariyanto)

Related posts