Pemerintahnya Harkos, Rakyatnya Ngarep

Spread the love

Oleh: Faisal Nugraha

Di dalam situasi pandemi Covid19 ini, pemerintah mengatur mekanisme APBN 2020 senilai Rp405,1 triliun.

Fenomena sembako Covid19, ada suatu relativitas yang menarik di salah satu lembaga pendidikan, awalnya siswa yang tidak pulang kampung akan didistribusikan uang sebesar 500.000 rupiah kendatipun demikian, tidak lama lagi beredar kabar bahwasannya kabar tersebut adalah Hoax, sontak hal ini membuat kecewa siswa tersebut.

Hal ini di dalam perspektif Kebudayaan/Sistem Sosial membuat perasaan orang “kecewa” secara psikologi, akan tetapi kita tidak bisa memberikan paradigma begitu saja, karena tidaklah mudah bagi staf lembaga untuk mengatur hal itu.
Hingga pada akhirnya manusia memiliki kecurigaan satu sama lain dengan orientasi pemikiran “tidak benar,” Pemerintah menyalahkan rakyat; begitu pun sebaliknya, kita jadi lebih mudah saling menyalahkan.

Hal ini lah salah satu faktor di negara kita yang memicu perseteruan, Walaupun secara sosial kita memiliki hak, akan tetapi alangkah baiknya kita sebagai rakyat tidak berharap lebih kepada pemerintah.

Dengan kejadian kecil seperti ini tidak sedikit orang yang berpandangan buruk terhadap Negaranya sendiri, Contoh:
“Yah! Beginilah +62,” di dalam kalimat tersebut ada konotasi keluhan rakyat terhadap negaranya, padahal INDONESIA adalah negara yang sangat subur dan makmur bahkan dunia menjulukinya sebagai: “Macan Asia.”

Jangan salahkan INDONESIA tapi coba salahkan “Harapan” kita yang selalu berharap terhadap negara, ternyata selama ini negara tidak pernah salah, yang salah adalah “Harapan” di dalam pemikiran kita.

Seorang Budayawan pernah berkata:
“Tidak mungkin ada rakyat yang kelaparan di negara sesubur ini, kalaupun ada yang lapar! Itu pasti pemerintahnya yang ngaco.” (Emha Ainun Najib).

Sebagai warga negara yang baik alangkah lebih baik lagi apabila kita jadi bangsa yang tangguh, tidak banyak berharap pada pemerintah akan tetapi selalu memberikan yang terbaik untuk INDONESIA.

Berita Sebelumnya