PEMOTONGAN SAPI BERKURANG 40 PERSEN AKIBAT COVID-19

Spread the love

SAMPIT | NUANSAREALITANEWS.COM,-
Meskipun harga sapi tetap stabil tidak ada penurunan maupun kenaikan, namun permintaan akan daging sapi di pasaran saat ini di Kabupaten Kotawaringin Timur sangat jauh berkurang akibat pandemi covid-19 bahkan penurunannya hingga 40 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT.Rumah Potong Hewan (RPH) Sampit Milla Waluwanja jumat 17/4/2020.

“Biasanya kami setiap hari memotong sekitar 8 ekor sapi kini perhari hanya 5 ekor sapi saja”, kata Milla.

Menurutnya daya beli masyarakat Kotim juga jauh berkurang, biasanya untuk permintaan pasokan daging sapi di pasar perhari 2 ekor kini permintaan pasokan hanya 1 ekor.

“Untuk pasokan sapi sekarang hanya dari sapi lokal dan PT.Astra sedangkan untuk pasokan sapi dari luar pulau kalimantan sudah tidak ada sama sekali sejak bulan februari lalu”, ujar Milla.

Ia menambahkan permintaan daging sapi terbanyak biasanya dari acara perkawinan dan dari para pedagang pentol keliling.

“Sekarang acara perkawinan dan acara yang sifatnya mengumpulkan orang banyak masih di larang demikian juga para pedagang pentol keliling yang terkendala libur sekolah”,katanya.

Untuk kebersihan dan keamanan proses pemotongan sapi pihak RPH Sampit secara rutin melakukan penyemprotan.

“Agar para petugas kami terjaga kebersihan dan keamanannnya selama melakukan pemotongan sapi, kami rutin melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar RPH”, tandas Milla.

(tomi/ariyanto)