Penasihat Hukum Sebut Sannin Sengaja Dikriminalisasi Dalam Kasus Pencurian Kabel Milik PT Telkom

Spread the love

Depok | Nuansarealitanews.com Kamis 23 April 2020 Di pengadilan Negeri Depok. Sidang lanjutan atas tuduhan pencurian kabel milik PT Telkom yang di sangkakan kepada Sanin bin Thohir. Agenda sidang kali ini yaitu pemeriksaan terhadap terdakwa (Sannin bin Tohir).

Ratna Wening Purnawati SH.MH. mengatakan terungkap fakta-fakta persidangan, bahwasanya berdasarkan kroscek BAP dan keterangan dari pihak terdakwa di persidangan ada tekanan dari pihak penyidik. Dari B.A. P yang di bacakan oleh JPU tidak di akui oleh terdakwa. Kesimpulan Penasihat Hukum berdasarkan keterangan terdakwa bahwa sannin bukan pelakunya. Bahwa sannin tidak mengetahui skenario pencurian kabel tersebut lanjut Ratna. Sannin di dikorbankan dalam hal kasus ini sebut Ratna.

Rahmad Lubis SH, mengatakan bahwa dari awal proses penyelidikan terdakwa mengalami intimidasi dari pihak penyidik. Dari fakta persidangan terungkap bahwa sannin sengaja dikorbankan dan di kriminalisasi demi untuk kepentingan kejahatan oknum pihak tertentu.

Dalam dakwaan yang diberikan oleh JPU, Sannin didakwa dengan pasal 363 ayat 1 poin 4 dan 5. “JPU mendakwa Sannin dengan pasal 363 ayat 1 poin 4 dan 5 yang mana dalam dakwaan JPU sebagai pilihan tunggal. Dilakukan karena itu, kami dari tim berwenang hukum terdakwa menganggap bahwa dakwaan dari JPU kepada klien kami dalam bahasa hukum prematur atau rancu dalam menggunakan pasal, “ujar Rahmad yang merupakan tim dari Corruption Watch Independent (CWI).

Sebelumnya diberitakan Sannin yang memiliki usaha penyewaan mobil bak terbuka diambil oleh petugas Unit Reskrim Polsek Metro Cimanggis, karena dituding mencuri kabel di Jalan Nangka RT 04/04 Kelurahan Sukamaju, Tapos, Kota Depok, Selasa (17/12/2019) pukul 03.00 WIB . Tidak hanya Sannin, polisi juga menyediakan barang bukti berupa satu tang potong, tangga alumunium, kabel jaringan, dan mobil bak terbuka.

(Anto)

Berita Sebelumnya