PERWALI TENTANG PSBB MEMASUKKAN MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK YANG BOLEH BEROPERASI

Spread the love

MAKASSAR | SULSEL |NUANSAREALITANEWS.COM — Peraturan Wali Kota Makassar terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akhirnya memasukkan media cetak dan elektronik dalam regulasi tempat usaha yang boleh beroperasi pada masa PSBB.

Sebelumnya rancangan Perwali diprotes oleh sejumlah media karena tidak menyebutkan secara eksplisit regulasi media sebagai tempat usaha yang boleh beroperasi.

Suara keras diutarakan oleh Pemimpin Redaksi BugisPos Usdar Nawawi yang menganggap rancangan Perwali tentang PSBB ini rawan menjerat para pekerja media yang merupakan mitra para pemangku gugus tugas percepatan penanganan covid 19.

Menurutnya, kantor atau tempat usaha para pencari berita harus dimasukkan dalam rancangan Perwali secara jelas agar mereka dapat bekerja dengan tenang.

“Apabila regulasi Perwali tidak jelas bisa membahayakan para pencari berita. Kita tahu dasar hukum diterapkannya PSBB ini, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 21 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 9 tahun 2020 yang bisa diganjar pidana bagi pelanggarnya, jadi kalau tidak jelas regulasinya dengan kalimat tegas didalam rancangan Perwali, ini bisa repot” jelas Usdar di Kantor Redaksi BugisPos, Jumat (17/4/2020).

“Memasukkan media cetak dan media elektronik sebagai salah satu tempat usaha yang bisa beroperasi ini harus diperjuangkan. Ditengah pandemi seperti ini, media cukup mengambil peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, jadi kantor media harus tetap beroperasi, Boss,” tegasnya.

Akhirnya setelah melalui perbincangan baik kepada Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Makassar dan Kepala Bagian Hukum Pemkot Makassar, akhirnya regulasi tersebut dimasukkan kedalam rancangan Perwali yang saat ini sementara disosialisasikan.” pungkasnya.

(Tim).

Berita Sebelumnya