oleh

PUSKESMAS PADAHERANG TERIMA APD DARI KETUA DPRD PANGANDARAN

Spread the love

PANGANDARAN | NUANSAREALITANEWS.COM,-
Dari hasil pemantauan kesetiap wilayah perbatasan yang telah ditetapkan masuk wilayah Kabupaten Pangandaran, sudah sangat luar biasa dan tepat sasaran apa yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dalam rangka pengetatan wilayah perbatasan, baik mulai dari wilayah perbatasan Cimerak l, wilayah perbatasan Kecamatan Langkaplancar, wilayah Perbatasan Kecamatan Padaherang dan wilayah perbatasan Kecamatan Kalipucang guna mencegah penyebaran Virus Corona Covid 19,” Ungkap Ketua DPRD Asep Noordin, H. M.M. usai penyerahan APD ke Puskesmas Padaherang dan Bidan Desa Cibuluh.

Selain itu, dari hasil pantauan dilakukan pencatatan pada setiap yang masuk wilayah perbatasan wilayah Pangandaran sudah cukup sesuai prosedur akan tetapi secara system pencatatan sebaiknya diberikan distribusikan informasi pada desa-desa terkait, dimana orang yang masuk wilayah Pangandaran desa mengetahuinya, agar semuanya mudah dilakukan antisipasi dan terkontrol desanya masing-masing serta memiliki data sesuai,” kata Asep Noordin.

Terlebih mulai sekarang arus mudik ke Pangandaran mulai muncul, arus mudik tersebut warga masyarakat Pangandaran yang bekerja di daerah Jakarta atau daerah Jabodetabek dan dari daerah Bandung atau daerah-daerah lainnya.

Seraya menambahkan, dari hasil pemantauan posko yang ada di desa-desa dalam penanganan pencegahan penyebaran virus covid 19 masih belum memadai dengan tidak dilengkapinya APD sehingga terjadi sehingga terjadi adanya bidan desa dalam penanganan pasien ODP tidak menggunakan APD hanya cukup menggunakan alat seadanya sampai mengguna jas hujan sebagai pelindungnya, oleh sebab itu diharapkan pemerintah Kabupaten Pangandaran harus melakukan penguatan pada posko-posko Desa, karena ODP lebih banyak di desa-desa dan kelengkapan APD harus diperhatikan betul,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran harus lebih banyak sosialisasi memberi pemahaman ke desa-desa tentang covid 19, jangan sampai mereka masih bingung dalam penanganannya bahkan terjadi ditanya tentang jumlah yang ODP masih menyodorkan data jumlah total padahal yang ODP sudah selesai masa karantina 14 hari harus bisa membedakan, mana yang baru mana juga yang sudah-sudah selesai masa karantina,” puskasnya.
(Rachmat)

News Feed