Puskesmas Pamarayan Diduga Tolak Pasien Berobat

Spread the love

SERANG | NUANSAREALITANEWS.COM,-
Seorang warga Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang diduga telah ditolak oleh petugas jaga Puskesmas Pamarayan. Dimana kejadian tersebut berawal ketika warga Damping hendak berobat, Kamis (02/04/2020) malam.

“Waktu itu saya berdua sama teman, saya pilek sumeng kehujanan, langsung datang ke dr. Dadang, alasan di dr. Dadang tidak ada Dokternya. Langsung saya datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Pamarayan, penjaga disana langsung menolak saya yang hendak berobat.

“Langsung menolak dengan kata-kata judes, sekarang tidak bisa pak, besok saja. Kalau pake Jamkesmas besok. Saya sekarang pakai uang cash, tetap saja ditolak,” kata warga Desa Damping, Jum’at (03/04/2020).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum LSM GERHANA INDONESIA Inuar Gumay angkat bicara dan menilai pihak petugas Puskesmas Pamarayan tidak profesional karena petugas puskesmas adalah pelayan publik.

“Tidak seharus nya mereka menolak pasien untuk berobat, atas ketidak sewenang wenangan petugas puskesmas tersebut, Saya Ketua Umum LSM GERHANA INDONESIA selaku alat kontrol sosial masyarakat meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk mencopot Kepalah UPT Puskesmas Pamarayan karena bekerja tidak sesuai SOP. Apa lagi sekarang dengan keadaan darurat terkait virus Corona , yang mana seharus nya pihak puskesmas tidak boleh menolak masyarakt untuk berobat. Dengan apa pun alasan nya tidak dibenarkan,” ujarnya nada geram.

“Saya mengharapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk memanggil petugas yang berjaga pada saat itu. Apakah hal seperti itu dibolehkan? Seperti apa bentuk SOP Puskesmas Pamarayan sendiri terhadap warga yang ingin berobat,” ucapnya.

(Andi)