Setan Apa Yang Merasukimu? Seorang Mandor Perusahaan Sawit dan Karet Diduga Lecehkan Wartawan!

Spread the love

BENGKALIS | NUANSAREALITANEWS.COM – Pelecehan terhadap Profesi Wartawan kembali terjadi di jalan perjuangan Desa Dungun Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, baru kali ini menimpa Wartawan, Radarmetronet, Bidikkasus.com, Barometer.com, yang merupakan Awak Media lokal dan Nasional.

Kejadian Rabu, (01/04 2020) berawal dari jebakaran hebat lahan dan hutan yang melanda Desa Dungun Baru, Team Media yang ingin mencoba mengkonfirmasi pada pihak perusahan perkebunan kelapa sawit dan karet, terkait adanya rumor negatif, malah disambut oleh oknum Mandor Perusahan tersebut dengan cacian pukima, dengan berbahasa Tiongkok seakan melecehkan.

Padahal lanjutnya, Profesi sebagai Wartawan dilindungi oleh hukum, dan itu tertera di Pasal 4 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999, Tentang Pers.

Puluhan tahun, pemilik ratusan hektar kebun Karet dan kelapa sawit yang beroperasi di jln Perjuangan Desa Dungun Baru, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau diduga belum mengantongi izin dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan Awak Media bahwa, perkebunan yang ada di Desa Dungun Baru ini luasnya ratusan hektar, perusahaan sudah puluhan tahun beroperasi, tapi Warga masyarakat di desa ini belum tahu apa nama perusahaan ini yang pasti. Sebagian warga ada yang menyebut Kebun Jalan Perjuangan Dungun Baru dan ada juga yang menyebutkan Kebun A.kam.

Wartawan Radarmetro.net mencoba mengkonfirmasi Kepala Desa Dungun Baru (Aceng) di rumahnya Rabu/01/04 2020 terkait dengan legalitas lahan tersebut, Kepala Desa menjelaskan bahwa,” Lahan itu menurut sepengetahuan saya kebun milik pribadi bukan kelompok Tani, untuk hal itu perusahaan kebun karet dan sawit bayar PBB, Apa lagi perusahan kebun karet dan sawit, tanahnya dibeli dari warga tempatan, mana ada salahnya perusahan kebun itu,” jelas Kades.

Selanjutnya wartawan Radarmetro.net, Barometer.com, Media cetak bidik kasus ingin mengkonfirmasi Mandor kepercayaan perusahan perkebunan sawit dan karet, itu di kantornya Rabu 1/04/2020, terkait dugaan dengan luas lahan yang dimiliki perusahaan perkebunan sawit dan karet, jumlah seluruh karyawan yang bekerja di dalam areal perkebunan tersebut dan bantuan kontribusi ke Desa, malah mendapatkan perlakuan pelecehan, cacian, pukima, dengan Berbahasa Tiongkok dan nada tinggi.

Kemudian Team Wartawan ingin menemui Akam di Kantornya Rabu 01/04/2020, terkait dengan luas lahan perkebunan yang dikelola perusahaannya di Desa Dungun Baru dan legalitas perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, bahwa luasahan perkebunan karet dan sawit itu luasnya ratusan hektar, tentang legalitas, Akam tidak dapat dijumpai.

Hal ini patut dipertanyakan kepada pihak terkait, tentang status perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Akam yang ada di Desa Dungun Baru.

Tidak sampai disitu saja, diduga perusahaan perkebunan kelapa sawit itu, perusahaan siluman sesuai dengan pantauan wartawan yang sudah simpang siur, ada apa? Dan siapa di balik perusahaan. (Sunardi)