Sunggul Hutasoit Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

Spread the love

Aceh Tamiang | NUANSAREALITANEWS.COM, – Sunggal Hutasoit pemuda kelahiran Lampung pada tanggal 04 Desember 1998 anak dari pasangan Tagam Hutasoit dan Termin Munthe resmi menyatakan diri memjadi muslim setelah mengucap Dua kalima syahadat di Mesjid Sipang Tiga Pulo Tiga Kabupaten Aceh Tamiang berganti namanya islamya menjadi Muhammad Fauzan hutasoit.

Prosesi pengsyahadatan terhadap Sunggul Hutasoit yang pada sebelumnya beragama Kristen Protestan tersebut dilakukan oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama daerah setempat serta disaksikan para jama’ah seusai melaksanakan shalat lima waktu.

“Alhamdulillah hari ini kita bertambah lagi satu orang saudara kita yang seiman dan seagama, pada hari ini seorang anak cucu adam yang pada sebelumnya beragama Kristen Protestan telah rela dan iklas dengan tampa paksaan dirinya menyatakan masuk agama Islam pada hari ini, sebut warga Pulo Tiga mahmud pada media , Selasa (21/4/2020).

Dijelaskan Mahmud di kantornya di Pulo tiga , berawal Sunggul Hutasoit pria yang tinggal di Pekan Pulo Tiga ini tertarik untuk menjadi seorang muslim disebabkan beberapa faktor pertama dilingkungan tersebut hanya dirinya seorang diri yang beragama non muslim dan seringnya mendengar suara azan serta pengajian, lama-kelamaan Sunggul Hutasoit ini pun secara perlahan tergetar dan tergerak hatinya untuk masuk Islam menjadi Mualaf, kisah Mahmud .

Turut hadir dalam acara tersebut , Manejer kebun Pulo tiga , ktu atau di wakili, Manejer PKS Pulo tiga, ktu atau yang mewakili , tokoh adat , tokoh ulama Pulo tiga dan Datuk penghulu para muda dan Babinsa , babinkamtibmas serta para undangan yang berhadir.

Selain dari itu faktor terbesar Sunggul Hutasoit meninggalkan agamanya terdahulu masuk keagama Islam adalah diberinya hidayah dan petunjuk oleh Allah kepadanya yang hal ini juga disebutkan dalam firman Allah yang artinya, “Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang tergetar hatinya apabila mendengarkan ayat-ayat Allah, pungkas Mahmud salah satu tokoh masyarakat Pulo tiga itu yang murah senyum dan ramah terhadap siapapun yang bertemu dengan dia menutup konfirmasinya. (Zainal).