TERSANGKA 480 KUH PIDANA TIDAK DITAHAN

Spread the love

TANGERANG | NUANSAREALITANEWS.COM,-
Sidang Perkara 372/378 dengan terdakwa Yo Kok Kiong berlangsung yang kedua Rabu, 28 April 2020 Ruang
4 Pengadilan Negeri Tangerang dengan acara Menghadirkan Keterangan Saksi, dipimpin Hakim Sucipto, SH., MH. dengan JPU Jaidi, SH. dan Jalintar Simbolon, SH. sebagai pendamping Kuasa Hukum Yo Kok
Kiong.

Persidangan ini mengundang banyak perhatian Publik, Keterangan kesaksian Mahendra Yusantri mendapat pertanyaan serius Jalintar Simbolon, SH. terkait datangnya Indra, Sun Sun dan Yo Kok Kiong merental mobil pada tanggal 23 Oktober 2019 sepenuhnya Mahendra Yusantri alias Hans tidak mengetahui sebenarnya dan hanya mendengar dari keterangan Daniel sebagai Karyawan Perusahaan Rental milik yang saat ini DPO tersangka kasus penganiayaan dan tidak dapat dihadirkan dalam Persidangan Keterangan Saksi pada dinihari (29/04/20) yang berlangsung secara
Teleconference karena pasca pandemi virus corona.

Mahendra memiliki beberapa unit mobil untuk di rentalkan di perusahaannya yang berbadan hukum CV. Yang dipercayakan mengelola kepada Daniel sebagai karyawannya

“Daniel merupakan saksi utama dan penting terhadap Perkara 372/378 ini, karena semua kejadian dimana
terjadinya Kontrak, Pembayaran dan Siapa yang menyewa adalah Daniel, Daniel sangat kami harapkan
dapat dihadirkan dalam kesaksian agar sidang ini dapat terang benderang dan kontruksi hukumnya dapat terpenuhi secara utuh bukan hanya mendengar keterangan dalam tanda kutip “Katanya” ” tungkas Jalintar Simbolon kepada awak media.

Surat Kontrak Rental dalam persidangan dibantah Yo Kok Kiong dan sempat ditujukan kepada Yo Kok Kiong melalui Video oleh JPU Jaidi, SH atas perintah Hakim Ketua
“Saya tidak pernah membuat apalagi menandatangani surat Kontrak Rental, adapun yang membuat surat
kontrak rental dengan Daniel tersebut adalah Indra” bantah Yo Kok Kiong
“Juga yang menggadai pada tanggal 23 Oktober 2019 pertama kali adalah Indra dan mengakui mobil
tersebut adalah Indra kepada pihak penerima Gadai yaitu Dwi Utomo alias Tommy bahkan Paman Saya
Agus Darma Wijaya juga mengetahui bahwa mobil itu diakui milik Indra” tungkas Yo Kok Kiong Kembali
Bantahan Yo Kok Kiong juga dibenarkan oleh Saksi Tommy
“Benar yang pertama gadai adalah Indra yang di ajak oleh Sun Sun di dampingi Yo Kok Kiong dan diyakini
oleh Ibu Indra akhirnya saya terima mobil tersebut dengan nilai gadai 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah), lalu
sehari di tebus oleh Indra, dan beberapa hari kemudian di gadai kembali mobil tersebut pada tanggal 27 Oktober 2019 akan tetapi yang datang Yo Kok kiong dan Budi akan tetapi yang gadai yang kedua saya agak bingung mobil milik Yo Kok Kiong dan saya kompirmasi kepada Indra mobil milik Yo Kok Kiong bukan
miliknya, tapi saya tetap merima gadai mobil tersebut yang yang saya transfer ke rekening an Yo Kok Kiong
sebanyak 2 (Dua) kali pertama Rp. 5.000.000 (Lima Juta Rupiah) dan Kedua Rp. 8.000.000 (Delapan Juta
Rupiah), karena ada masalah mobil tersebut saya gadaikan lagi sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta
Rupiah) kepada Saudara Surya kawan rekan saya M. Hadi Basumi (Bimo) yang akhirnya mobil ini oleh Surya
dibawa ke Lubuk Linggau Sumatera” pengakuan Tommy
Dalam kasus ini Dwi Utomo alias Tommy sudah menjadi Tersangka Pasal 480 Pidana (Penadah) akan tetapi tidak ditahan oleh polsek Neglasari maupun Kejaksaan Negeri Tangerang dan di pertanyakan dalam
Persidangan oleh Hakim Sucipto, SH.
“Anda tersangka 480 kenapa anda tidak di Tahan ?” Tanya Hakim Sucipto, SH. Dwi Utomo alias Tommy hanya menjawab “Iya” tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

(jeffery)

Related posts