0 views

Tiga Proyek Di Dinas PUPR Muara Enim Diduga Dimonopoli !

Spread the love

MUARAENIM | NUANSAREALITANEWS.COM,-Tiga proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2019 diduga dimonopoli oleh Kepala Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim atau dulunya biasa disebut Kepala ULP.

Adapun ketiga proyek dimaksud yaitu Pertama peningkatan jalan Desa Alai – Sungai Duren, yang kedua yaitu Peningkatan jalan lingkar Sungai Karas, dan yang ketiga Peningkatan Jalan Dusun lll Desa Alai – Alai Selatan. Bukan tanpa alasan hasil penelusuran nuansarealitanews.com pada laman LPSE 2019 ketiga proyek tersebut dimenangkan oleh satu perusahaan yang sama yaitu Beringin Indo Sarana, dan yang paling mengherankan, Pagu HPS serta nilai kontraknya memiliki angka yang sama persis yaitu untuk Pagu 1 Miliyar Rupiah, untuk HPS Rp. 993.450.000 ( Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ), dan untuk Nilai Kontraknya Rp. 980.000.000 ( Sembilan Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah ). Sungguh bukan suatu kemungkinan tiga proyek tersebut dapat dimenangkan oleh satu perusahaan yang sama dengan harga terkoreksi yang sama persis.

Tidak hanya sampai disana hasil penelusuran nuansarealitanews.com dilapangan beberala waktu lalu, yaitu di Kecamatan Lembak tempat lokasi proyek tersebut kuat dugaan ketiga proyek tersebut seperti memang sudah direncanakan untuk dimenangkan oleh satu perusahaan, karena ketiga proyek tersebut lokasi nya sangat berdekatan tidak sampai 500 M dari Proyek satu ke yang lainnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim Holika saat akan dikonfirmasi Rabu siang ( 1/04/2020 ) di ruang kerjanya sedang tidak berada di tempat.

Mahmudin, selaku PPK peningkatan Jalan Desa Alai – Sungai Duren saat dikonfirmasi melalui pesan Whats Aap Jum’at ( 03/04/2020 ) perihal dugaan monopoli proyek tersebut hanya membalas dengan mengirimkan tanda gambar orang tertawa dan berkomentar serta memohon agar tidak mengusiknya

” na na ngapo nak punyo kk nian ” ujarnya.

Iwan Widiharsono salah satu warga Kota Muara Enim asli anak rantau Gelumbang merasa kecewa ketika dikonfirmasi Jum’at ( 03/04/2020 ) perihal di daerah asalnya terjadi dugaan monopoli proyek dan siap melaporkan ke penegak hukum,

” akuni paham pak tempat itu kareno masih sereng balek dusun, memang di sano tu banjir proyek jalan kareno tempatnyo rato, material mudah, apolagi pemborong prabumulih kenyang nian, prihatin dan kecewa pak, aku siap melapor ke penegak hukum ” ujarnya.

(Syerin)