Uji Swab Covid-19 Tak Perlu Lagi ke Jakarta, Sudah Ada di Banda Aceh

Spread the love

Banda Aceh | NUANSAREALITANEWS.COM, – Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI di Aceh telah siap digunakan untuk melakukan pemeriksaan RT-PCR Covid-19 dan diluncurkan hari ini oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di lokasi tersebut di Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, juamt (17/4/2020).

Nova Iriansyah secara langsung memotong pita, tanda peresmian sudah bisa dilakukan uji swab Covid-19 di wilayah Aceh. Selanjutnya dua sampel swab akan segera diuji di laboratorium tersebut.

“Pemerintah Aceh terus melakukan persiapan secara bertahap dan pasti, Laboratorium Balitbangkes ini sudah terakreditasi dan tersertifikasi pihak Kemenkes sehingga layak untuk digunakan. Hanya saja, bahannya yang agak lama proses pemesanannya seperti reagent, maka usai launcing hari ini telah disiapkan dua sampel dari Gayo Lues untuk segera dilakukan uji swabnya secara final,” kata Nova.

Menurutnya, apa pun yang dipersiapkan sudah lumayan lengkap sehingga tidak perlu lagi dikirim ke Jakarta untuk uji swab. Dengan begitu tidak butuh waktu lama lagi untuk mengetahui seseorang yang suspect itu positif atau negatif.

“Saat ini sudah bisa kita lakukan on the spot di Banda Aceh, paling tidak, rantai kendali uji sampel ini rentangnya sudah lebih singkat dan hasilnya akan lebih cepat terkonfirmasi,” katanya.

Untuk ketersediaan reagent (larutan kimia), saat ini Aceh memiliki stok sebanyak 80 swab, sehingga diprediksi mencukupi untuk beberapa pasien suspect. Namun, pemesanan untuk pengadaan reagent tambahan juga terus dilakukan.

“Hingga saat ini pasien positif nol di Aceh, artinya stok reagent mencukupi untuk prediksi apabila ada sampel yang masuk, ada stok 80 reagent, nanti akan terpakai dua untuk uji sampel, dan kita berharap stok reagent ini tidak perlu terpakai lagi, artinya kita berharap tidak ada lagi masyarakat yang terinfeksi virus. Namun, pengadaan reagent lainnya terus dilakukan dengan berbagai jaringan,” kata Nova.

Nova menambahkan, karena ini kerja kemanusiaan dan untuk memberikan kenyamanan bagi tenaga medis, salah satu stakeholder yaitu Bank Aceh Syariah memberikan bantuan 400 unit baju APD.

“Aceh saya pastikan APD-nya tidak kurang, tetapi bukan berarti kita harapkan, apabila terjadi ledakan, tentu akan kita perbanyak stoknya, maka hari ini Bank Aceh Syariah membantu memenuhi APD tersebut. Saya pikir ini juga merupakan kewajiban dari Bank Aceh sebagai lembaga keuangan rakyat Aceh, untuk selalu bersama-sama menangani percepatan penanggulangan apa pun yang kita hadapi,” jelas Nova.

Saat ini kata Nova, Pemerintah Aceh juga memperketat jalur keluar masuk perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara, di berbagai wilayah pemeriksaan terhadap aktivitas orang atau barang dijaga ketat untuk mengantisipasi lalu lintas dari daerah zona merah.

“Kita memperketat batas antarprovinsi tetangga yang sudah masuk kategori zona merah, seperti di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil, itu sudah diperketat cek dan ricek arus barang dengan orang ke Aceh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Litbangkes Aceh Kemenkes RI, Dr Fahmi Ichwansyah, mengatakan, dua sampel swab Covid-19 dari Gayo Lues akan segera dilakukan uji, setelah mematangkan persiapan alat uji di laboratorium, meskipun para tenaga medis sudah terbiasa menggunakan alat RT-PCR tersebut.

“Kita punya pemeriksa 10 orang, akan dibagi dua tim, sementara dua tim ini cukup, untuk hari ini masih training sehingga perlu persiapan lagi untuk melakukan uji dua swab tadi, ini berproses dan akan secepatnya kita mulai,” katanya.(zal).

Related posts