KABUPATEN GOWA : PEMBERLAKUAN PSBB HARUS BERBEDA SAAT PSBB DAN SESUDAH PSBB

Spread the love

MAKASSAR | SULSEL |NUANSAREALITANEWS.COM – Pengamanan petugas saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan bagian dari pemberlakuan aturan PSBB itu sendiri. Pengamanan ketat dilakukan aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar di sejumlah titik, baik batas Wilayah Kabupaten Gowa – Kota Makasar maupun perempatan jalan. Di hari kedua pelaksanaan PSBB di Wilayah Kabupaten Gowa, salah satu titik pengamanan diarahkan pada pertigaan lampu merah dekat Kantor Kodim di Jalan. Tumanurung-Syech Yusuf. Dandim 1409/Gowa, Letkol Arh Muh Suaib SPd MTr(Han) MSi menegaskan, apa yang dilakukan aparat untuk mengamankan dan menerapkan aturan PSBB semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

“PSBB Gowa harus berbeda. Jangan kondisi saat PSBB dan tidak PSBB sama saja. Karena untuk menuju proses PSBB, kita telah mengeluarkan banyak biaya negara, tenaga, dan fikiran. Jadi harus ada bedanya karena kita ingin PSBB ini sukses dan berhasil sesuai tujuannya, yaitu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Gowa,” tegas mantan Kasdim 1408/BS ini, saat dihubungi Selasa, 5/5/2020.

Pengamanan dan pemeriksaan yang membuat kemacetan kata Dandim, juga terjadi karena sebagian masyarakat tak menyadari tujuan dari PSBB itu sendiri. Karena tidak sedikit yang ditemukan berkeliaran adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki kepentingan.

“Kalau pengamanan dan pemeriksaan tentu akan menyebabkan macet. Dan kalau tidak mau kena macet, jangan keluar rumah apalagi yang sama sekali tidak memiliki kepentingan berarti. Dalam kondisi ini masyarakat memang ditekankan untuk mematuhi aturan PSBB, sama seperti aparat yang melakukan pengamanan sesuai aturan dalam PSBB,

“Lanjut Dandim, yang juga menggaransikan bahwa meski semua pengamanan PSBB ditegakkan, tetapi tetap mengizinkan masyarakat jika memang memiliki kepentingan, seperti bekerja, asalkan surat tugasnya memang tertera di aturan PSBB. Demikian juga dengan persyaratan lainnya termasuk ojek online yang mengantarkan makanan.

Disinggung soal protes dan hujatan warga, Dandim menegaskan bahwa masyarakat jangan hanya bisa protes dengan pemberlakuan, karena kebijakan PSBB ini adalah semata-mata untuk kepentingannya.

“Jangan hanya bisa protes, tetapi berikan solusi. Karena PSBB yang kita lakukan adalah solusi dari memutus mata rantai penyebaran Covid di Kabupayen Gowa. Saat ini angka penyebarannya terus bertambah. Dan jika masyarakat disiplin dalam mengikuti aturan pemerintah, maka itu akan bermanfaat bagi kita, khususnya di Kabupaten Gowa. Itulah kenapa PSBB ini harus berbeda,” jelasnya.

(Joko).