Kuasa Hukum CWI Minta Sannim Bebas Dalam Pembacaan Pledoinya

Spread the love

Depok| Nuansarealitanews.com Rabu 05 Mei 2020 Dalam sidang lanjutan Sannim bin Tohir (59 ) tahun , perihal dugaan pencurian Kabel milik PT. Telkom Agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi) oleh Penasehat Hukumnya , yang digelar secara Video Confrence (VICON) di Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri , Jalan Boelovard Raya Komplek GDC Kota Kembang Depok serta Rumah Tahananan , Cilodong Kota Depok.

Ratna Wening Purbawati SH dan Rahmad Lubis SH MH Penasehat Hukum terdakwa, dalam pembacaan Pledoi Nota Pembelaan Sannim, mengatakan,” memohon keadilan kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk memberikan putusan yang menyatakan Terdakwa Sannim Tidak terbukti secara Sah dan meyakinkan Bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP”.

Ratana melanjutkan, “untuk membebaskan terdakwa Sannim Bin Tohir dari segala dakwaan (Vrijspraak) atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan memulihkan kembali seluruh hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan harkat dan martabatnya”.

Rahmad SH,MH juga menambahkan bahwa,”pembacaan Pledoi Sannim, oleh Bu Ratna sangat menegaskan ,kami tim Advokasi CWI , dari awal persidangan sampai di penghujung sidang ini , mengatakan Sannim harus bebas, karena tindak pidana yang terjadi padanya, belum sesuai dengan SOP hukum peradilan yang berlaku , yang dilakukan padanya,” ungkap Rahmad.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Ketua Umum DPP Corruption Watch Independent (CWI) Elfathir Lintang SH mengatakan, “Pantaskah keterangan para saksi saksi dari fakta fakta persidangan dijadikan alat bukti perkara untuk menjatuhkan tututan 2 tahun kurungan kepada terdakwa”.

“Kiranya kedudukan Majelis Hakim sebagai Wakil Tuhan di muka bumi ini, dapat mengambil keputusan yang bijaksana, agar memberikan Keadilan yang seadil-adilnya kepada terdakwa Sannim Bin Tohir”, ujar Elfathir. Anto