Pandemi Covid 19, Sopir Angkutan Keluhkan Kenaikan Tarif Penyebrangan Merak – Bakauheni

Spread the love

CILEGON |NUANSA REALITA | Tarif angkutan penyebrangan Pelabuhan Merak-Bakauheni naik pada Jumat,1 Mei 2020, pukul 00.00 WIB.
Muklas sebagai pengurus penyebrangan (petruck) mengatakan,” memang kenaikan ini sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 92 tahun 2020 dan keputusan direksi PT.ASDP Indonesia Ferry (persero)Nomor KD 165/OP.404/ASDP-2020,” ujarnya.

“Akan tetapi diberitahukan kepada pengurus penyebrangan (petruck) satu bulan sebelum tanggal kenaikan itu, agar kami sebagai pengurus penyebrangan bisa menginfokan kepada kantor perusahaan mobil dan sopir-sopir tersebut,” sambungnya.

“Adapaun tarif penumpang anak-anak naik dari Rp 8.000 menjadi Rp10.000 per orang. Lalu kendaraan Golongan I (sepeda kayuh) naik dari Rp 22.000 menjadi Rp 23.500 per unit, dan kendaraan Gol. II (Sepeda motor) naik dari Rp51 ribu menjadi Rp54.500 dan kendaraan Gol. III (sepeda motor di atas 500cc) mengalami kenaikan tarif sebesar Rp2 ribu menjadi Rp116 ribu per unit. Kemudian kendaraan Gol. IV penumpang naik dari Rp374 ribu menjadi Rp419 ribu dan Gol IV barang naik dari Rp326r menjadi Rp388r per unit. Kendaraan Gol. V penumpang naik dari Rp774 ribu menjadi Rp839 ribu dan Gol. IV barang dari Rp645 ribu menjadi Rp724 ribu per unit.
Kendaraan Gol. VI penumpang naik dari Rp1.301.000 menjadi Rp1.388.000 per unit dan Gol. VI penumpang dari Rp998 ribu menjadi Rp1.113.000 per unit. Sedangkan kendaraan Gol. VII naik dari Rp1.406.000 menjadi Rp1.615.000 dan Gol. VIII naik dari Rp2.080.000 menjadi Rp2.116.000 per unit. Sementara kendaraan Gol. IX naik dari Rp3.251.000 menjadi Rp3.361.000 per unit. Kenaikan tarif tiket ini hanya untuk dermaga reguler saja,” bebernya.

Di tempat yang sama, salah satu sopir truck di Pelabuhan Merak EDI (47) mengatakan,” mengapa kenaikan tarif dilakukan saat ekonomi lagi turun semenjak wabah corona ini?,
seharusnya kenaikan tarif itu jangan kondisi seperti ini, terlebih muatan lagi sepi sejak ada wabah corona,” ungkapnya.

Di sisi lain, ada kebutuhan untuk menjelang lebaran, ditambah kenaikan tarif kapal naik, sedangkan dari kantor pun uang jalan belum naik karena belum tau ada info kenaikan tarif sebelumnya,”keluhya.
(Agus)