TOPAN AD Minta Posko Covid-19 Dipindah Ke Pintu Perbatasan Langkat Sumatra Utara dan Aceh Tamiang Diperketat

Spread the love

LANGSA | NUANSAREALITANEWS.COM,– Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga (Tim Observasi Pengawasan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) TOPAN AD Propinsi Aceh, Sofyan Shuri,S.Sos, meminta Pemerintah Aceh agar memindahkan Posko Covid-19 ke Pintu gerbang perbatasan Langkat,Sumatra Utara dengan aceh Tamiang yang ada di lokasi terminal Kota Kuala Simpang yang jauh dari pintu gerbang Langkat aceh Tamiang tersebut.

Mengapa kami bilang begitu karena jika ada warga yang masuk ke Aceh terutama Kabupaten Aceh Tamiang yang pulang ke Pulo Tiga atau Pendalaman Tamiang tentu saja tidak melewati Posko Covid-19 yang berada di Terminal Kuala Simpang.

Seperti ditemukan pasien terpapar virus corona di Tamiang Hulu yang baru pulang dari palau Jawa, karena mereka tidak terperiksa Posko Covid-19 yang ada di Termimal Kuala Simpang.

“Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang harus segara memindahkan posko covid-19 ke Pintu gerbang Langkat Aceh Tamiang untuk memantau warga yang keluar masuk ke wilayah Aceh, dari Sumatra Utara hal ini merupakan kebutuhan urgen untuk mencegah terjadinya penyebaran Virus Corona lebih luas lagi” ungkap Sofyan Shuri,kepada media di kantornya di Langsa, Selasa, 05 Mai 2020.

Sambungnya, setiap warga yang masuk ke wilayah Aceh harus diperiksa kesehatannya di pintu gerbang Langkat Aceh Tamiang. Jika ditemukan langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan di Lhokseumawe dan Banda Aceh.

Saat ini di pendalaman Kabupaten Aceh Tamiang ditemukan korban yang terinfeksi Virus Corona kerena posko covid-19 berada di Termina Kuala Simpang bukan di pintu gerbang perbatasan Langkat Tamiang dan pemerintah Aceh seharusnya jeli menanggapi hal virus Corona ini mengatasinya tentang menempatkan Poskonya.

“Perbatasan merupakan titik awal sebagai pintu masuknya ke Provinsi Aceh melalui jalur darat, untuk itu perlu segera dipindahkan posko covid -19 bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dinas kesehatan, aparat kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi jangan meluasnya virus tersebut di wilayah Aceh,” sebut Sofyan Shuri, S.Sos. (Zainal)