Bangun Komitmen Bersama, Dukung Investor Berinvestasi Di Bintan

Spread the love

Hima Persis bersama Pemuda Pancasila Bintan dan LAM Hulu Balang Bintan, siap berkolaborasi menjaga investor yang akan berinvestasi di Wilayah Kepri, khususnya Kabupaten Bintan.

Antusias sejumlah investor asing yang menggesa pembangunan di desa Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sepertinya terus dipacu.

Berbagai sarana yang diperlukan telah berdiri. Bahkan, ada yang telah beroperasi. Seperti PT. Mangrove Industrial Park Indonesia (PT. MIPI), yang bergerak dibidang Meubel.

Perusahaan yang satu ini, sempat beroperasi beberapa bulan. Dan tak sedikit merekrut tenaga kerja lokal.

Namun belakangan, perusahaan yang mengandalkan modal asing itu, terganjal soal perizinan. Ujung-ujungnya, perusahaan tersebut harus ditutup.

Akibat tutupnya perusahaan tersebut, tak pelak ratusan pekerja lokal yang sempat menghidupi keluarganya dari perusahaan itu, harus dirumahkan. Dan sampai saat ini, PT. MIPI belum juga beroperasi.

Bukan hanya itu. Di kawasan yang sama, ada juga dibangun Pembanglit Listrik Tenaga Uap, dengan Bahan Bakar Batubara. Perusahaan pembangkit listrik ini, sebenarnya telah dibangun beberapa tahun silam. Tapi herannya, perusahaan ini belum juga mengantongi izin. Tentu saja dalam pengoperasiannya tersendat.

Selain itu, beredar pula rumor, bahwa PT. Bintan Alumina Indonesia (PT. BAI) yang namanya telah membahana ke seantero jagad raya ini, justru disebut-disebut belum melengkapi perizinan. Membuat perusahaan yang didominasi pengusaha dari negeri Tirai Bambu itu, kurang optimal dalam mengoperasikannya.

Tak sedikit kalangan menyebutkan, bahwa penyebab sulitnya perusahaan itu mendapat izin, lantaran ribetnya pengurusan administrasi di lembaga birokrasi. Ditenggarai, selain dampak buruk Pandemi Covid-19 yang mengorbankan ribuan tenaga kerja harus dirumahkan, tutupnya perusahaan di kawasan itu juga dianggap pemicu bertambahnya pengangguran di Kabupaten Bintan.

Ujung-ujungnya, Syahri S. IP, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kabupaten Bintan angkat bicara, “kami dari MPC Pemuda Pancasila Bintan, berkomitmen akan turun tangan jika dibutuhkan oleh perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bintan. Khususnya terhadap PT. MIPI. Tujuannya, untuk mencari solusi atas dampak kemerosotan perekonomian akhir-akhir ini.

“Apalagi jika dikaitkan dengan Pandemi Covid-19, yang sangat mempengaruhi terhadap masyarakat,” kata Syahri di Marjoli Resort, Jumat (27/6/2020).

Ditamnahkannya. Terkait soal kemerosotan perekonomi saat ini, Pemuda Pancasila berharap, agar semua pihak bersama-sama berupaya memajukan daerahnya sendiri. Serta mendukung upaya pemerintah di dalam suasana Pandemi covid-19 yang kini sedang menuju new normal, “ucapnya.

Kami Pemuda Pancasila Bintan, bukan tameng dari pengusaha yang ingin menginvestasikan modalnya dikawasan Bintan. Tapi, Pemuda Pancasila siap membantu serta mencarikan solusi bagi perusahaan yang akan menginvestasikan modalnya di Kabupaten Bintan.

“Apalagi masih banyak yang terbentur soal perizinan. Sehingga, tidak menyulitkan para Investor yang akan menanamkan modalnya di daerah ini. Seperti PT. Mipi, PT. BAI dan PLTU di Galang Batang. Ternyata, sampai saat ini belum juga memiliki izin dari Pemda, ” terangnya.

Diakhir komentarnya, Ketua MPC Pemuda Pancasila ini menyebutkan, “jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, bisa saja menjadi permasalahan berkepanjangan di Kabupaten,” pungkasnya.

Ariantomi Yandra, Ketua Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Kepri menambahkan, membludaknya jumlah pengangguran di daerah Bintan, pihaknya juga sering menyampaikan solusi serta mencari jalan terbaik terkait permasalahan yang sering terjadi.

“Bagaimana pihak Provinsi Kepri dapat membawa manfaat, artinya bukan hanya membuka lowongan pekerjaan,” tegasnya.

Kita juga akan menyatukan pendapat untuk membuat sebuah gebrakan atau sebuah pendapat. Agar solusi ini nanti bisa menjadi spirit kemajuan bersama dalam menjaga Investor yang ada di Kabupaten Bintan khususnya.

“Dengan harapan, Investor jangan hanya diberi angin segar saja, melainkan suatu pastian. Sehingga, Investor yang masuk tidak ragu. Namun lebih terbuka dan mendapatkan rasa aman dan nyaman.” pungkasnya.

LAM Hulu Balang Bintan, Datok Noraskin yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah.

“Sebagai tokoh masyarakat tempatan, saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bintan dapat mempermudah soal pengurusan izin bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di wilayah Bintan.” pintanya.

Dikatakan dia demikian karena ia melihat ada beberapa usaha baik Resort, kuliner untuk diwilayahnya sendiri masih banyak yang belum mengantongi izin.

“Keluh kesah pelaku usaha dan masyarakat yang masuk ke kita soal mengantongi izin. Bukan mereka tidak mau menguruskan dokumen perizinan, namun masih ribetnya soal pengurusan.” ungkapnya.

Terkait perizinan tersebut, ia juga meminta dipermudah, apalagi ditengah New Normal saat ini. Ini peluang besar bagi pemerintah kabupaten Bintan, tentunya harus dijaga para investor baik luar maupun domestik tidak lagi hengkang dari wilayah Bintan.

“Dukung penuh, bila perlu dampingi dalam proses perizinannya sehingga proses pencapaiannya berjalan baik tanpa banyak tahapan dan tidak berbelit.” tutupnya.

Dengan memiliki misi dan visi yang sama demi kemajuan Bintan dan peningkatan lapangan kerja serta taraf hidup masyarakat Bintan dicapai kesepatan bersama, Pemuda Pancasila Bintan, LAM Hulu Balang Bintan dan Hima Persis Kepri membangun komitmen bersama, dukung penuh investor yang ingin berinvestasi di Bintan.

(simon.STp)

Related posts