DPRD Komisi II dan DLH Berkunjung Ke PT. PCR Untuk Pengambilan Sampel Limbah

Spread the love

Talangmandi-Mandau, nuansarealitanews.com,-
Masalah disebabkan limbah pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Permata Citra Rangau PCR) di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, masih menjadi momok meresahkan bagi warga sekitarnya. Bahkan anggota DPRD Komisi II Kabupaten Bengkalis melakukan Survey peninjauan langsung ke lapangan salah satu Kolam Tempat Pembuang Akhir Limbah B3 pabrik perusahaan pabrik kelapa sawit milik Permata Citra Rangau tersebut.

Sehubungan belum adanya Hasil Maka Pihak Komisi II Melakukan Hearing Selasa 16 juni 2020, dalam hearing DLH Kabupaten Bengkalis, Mengatakan Bahwa limbah Tersebut Belum di Bawa ke Laboratorium Untuk di Uji.

Insya Allah Hari ini Rabu (17/06-2020) Anggota Komisi II Rianto menjawab konfirmasi awak media.

DPRD Komisi II Kab, Bengkalis ini menyebutkan Sehubungan hal tersebut, di sepakati pengambilan sample limbah, kembali pada hari ini, rabu 17/06-2020, Bersama dengan Pihak DLH Kab, Bengkalis yang di lengkapi dengan Peralatan pengambilan sample limbah, Apabila dalam uji nanti limbah ini, mengandung unsur limbah B3, jelas sangat berbahaya yang bisa merusak ekosistim lingkungan, dan meminta kepada dinas terkait atau lembaga berwenang memberikan sangsi tegas terhadap Perusahan PT, (PCR) lanjutnya.

Hal ini juga Menjadi Peringatan (Warning), Terhadap Perusahan Pabrik Kelapa Sawit yang ada di wilayah kabupaten Bengkalis, untuk mengikuti prosedur lingkungan hidup yang ramah dan baik ucapnya.

bahwa kedatangan DPRD Komisi II bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kab, Bengkalis, bertujuan untuk meninjau langsung aktivitas PT PCR yang di duga limbahnya mengandung zat beracun atau tidak.

Kami mau memastikan serta mengecek limbah PT PCR yang dikabarkan di duga positif mengandung limbah B3. Kita juga rencananya akan mengambil sampel limbah pabrik untuk dibawa ke labor di bengkalis,” ujarnya.

Pantauan yang berhasil di rangkum pemburu berita NuansaRealita Nanti tim kami juga akan menanyakan langsung kepada warga sekitar pabrik yang terdampak pencemaran dari limbah PT PCR, yang Sempat Viral Dimedia Online, Cetak, Media Sososial beberapa waktu lalu. Kami juga akan menampung semua aspirasi atau keluhan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara hasil uji laboratorium terhadap sampel (contoh) limbah pabrik PT Permata Citra Rangau, (PCR) yang diambil oleh anggota Komisi II
DPRD Bengkalis bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis saat sidak ke lokasi pabrik hari ini, limbah tersebut, menunggu hasil Lab mengandung B3 atau tidak.

Sedangkan seperti yang tertuang pada UU 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PLH) telah mengatur bahwa semua perusahaan yang akan membuang limbah wajib membuang mengamankan limbahnya hingga proses akhir.

Berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun mendefinisikan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sebagai zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup,membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Sampai berita ini ditayangkan terkait dugaan limbah milik PT. PCR. Pihaknya belum dapat ditemui.

GuL

Related posts