Views : 10251

Hendak Dikonfirmasi Terkait BLT Dan Dugaan Pungli PTSL, Okum ASN Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong Diduga Menghalangi Wartawan

Spread the love

LAMPUNG BARAT | NUANSAREALITANEWS.COM,-Oknum Aparat Pekon Sukaraja Kec. Waytenong Kab. Lampung Barat diduga menghalang-halangi wartawan dan tidak terima saat dimintai keterangan terkait BLT (Bantuan Langsung Tunai) serta Program sertifikat PRONA PTSL di wilayah Pekon Sukaraja, Jum.at 15 Mei 2020 pukul 15.30, wib.

Menanggapi laporan pengaduan masyarakat yang mengeluhkan masalah bantuan BLT (Bantuan langsung tunai) serta adanya dugaan pungli terkait Program Sertifikat PRONA PTSL tersebut, Andri dan Wawan Hermansyah selaku wartawan Surat Kabar DINAMIKA LAMPUNG NEWS mendatangi pihak terkait yang berinisial A.W sebagai pemangku MARGA MEKAR Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong Kab. Lampung Barat, akan tetapi tidak ada di tempat dan kami datang ke lokasi Balai Pekon Sukaraja.

Pihak Pekon pemangku MARGA MEKAR berinisial A.W, saat dimintai keterangan Tentang BLT (Bantuan Langsung Tunai) serta berapakah Biaya Program Sertifikat PRONA PTSL di Pekon Sukaraja, di saat itu ada salah satu anggota pekon yang berinisial M.A selaku Kepala seksi pemberdayaan Pekon Sukaraja yang menghampiri dan memotong pembicaraan kami kepada A.W, Karena terlalu banyak bertanya katanya dan A.M tersebut memerintahkan kepada Wartawan untuk menanyakan tentang Program Sertifikat PRONA PTSL kepada POKMAS,” ujar Andri.

Sedangkan pemangku yang berinisial A.W tersebut adalah satu pemangku yang ditugaskan POKMAS PRONA PTSL Pekon Sukaraja adalah sebagai team yang menyiapkan pemberkasan di Wilayah Pemangku Marga Mekar serta membagikan serifikat PRONA PTSL dan mengambil uang biaya sertifikat PRONA PTSL di Pekon Sukaraja, ujar wartawan itu menanyakan berapa biaya pembuatan sertifikat PRONA PTSL dipekon Sukaraja apakah biayanya 200.000 atau biayanya 1.000.000 kepada Sdr A.W disaat itulah oknum Aparat Pekon yang berinisial A.M langsung memotong pembicaraan saat sedang mengkonfirmasi Sdr A.W.termasuk saat ditanyakan kebenaran laporan masyarakat Pekon Sukaraja.

Yang lebih memprihatinkan oknum trrsebut marah-marah sampai mengusir kami karena tidak senang kalau di Desa Sukaraja diusik, dan A.M juga mengatakan bahwa kami juga ada yang lebih dari kalian ujar nya sambil membentak dengan nada yang keras yang terkesan menutup-nutupi dan berusaha menghalangi agar A.W yang dikonfirmasi Wartawan seakan akan untuk tidak memberikan keterangan kepada Wartawan dan memerintahkan kepada anggota pekon untuk menutup ruangan pekon dengan alasan waktu berkunjung sudah habis,” tuturnya.

Menurut Keterangan masyaraka,” pembuatan Sertifikat PRONA PTSL dipekon Sukaraja dari Tahun 2018 ,2019 sampai 2020 biayanya mencapai Rp.700.000,- dan kami pihak Media Sudah mengantongi bukti bukti tentang biaya pembuatan sertifikat PRONA PTSL tersebut mencapai Rp.700.000,- dan hingga saat ini kami tidak bisa mencari kebenaran tetang aduan masyarakat masalah BLT (bantuan langsung tunai) serta Komplain masyarakat Pekon Sukaraja dan tentang biaya Sertifikat PRONA PTSL tersebut,” kata Andri dan Wawan Hermansyah.

Dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA No. 40. THN 1999 TENTANG PERS
Ketentuan pidana pasal 18 ayat (1):
setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2(dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah),
Dan Dalam UUD nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik
Menurut SKB 3 Menteri yaitu nomor 25 2017 ketiga Menteri tersebut adalah Menteri ATR, Menteri dalam Negri, dan Menteri Desa, telah ditentukan Besaran Biaya sertifikat PRONA PTSL Wilayah atau Kategori IV untuk provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu,Kalimantan Selatan sebesar Rp.200.000,- program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL)yg sudah dijalankan pemerintahan kabinet kerja sejak tahun 2017 masih ada praktek pungli yg dilakukan oleh oknum.Yang kenyataannya temuan dilapangan di Pekon Sukaraja kec.Waytenong Kab.Lampung barat kami Masih banyak Menemukan Praktek Pungli Sertifikat PRONA PTSL mencapai besaran biaya hingga Rp. 700.000,- per buku atau persertifikatnya.

“Dengan ini kami mohon kepada pihak terkait dan pihak berwajib agar untuk menindaklanjuti permasalahan ini agar kami bisa terus membantu dan memantau guna untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia khusus nya Lampung Barat yang saat ini kami tangani,” pungkasnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.