Hima Persis Siap Dukung Investor Yang Berinvestasi Di Kepri

Spread the love

Nuansarealitanews.com, Bintan – Selain Batam, Bintan juga menjadi tujuan utama investasi asing maupun domestik di Indonesia. Denikian dikatakan Ariantomi Yandra, Ketua Himpunan Mahasiswa
Persatuan Islam (Hima Persis) Kepri kepada Nuansarealitanews.com usai pertemuan bersama LSM dan Tokoh Pemuda Dan Masyarakat di Marjolk Resort Bintan. Jumat (26/6/2020) malam.

“Apalagi dalam kondisi hubungan China dan Amerika kurang membaik hari ini sehingga Amerika banyak menarik sahamnya dari China.” ucapnya.

Menurutnya, ini sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk kemudian menjemput peluang investasi itu.

“Sesuai dengan visi Presiden yaitu membuka peluang seluas-luasnya untuk investasi masuk, tentunya kita harus mendukung itu karena kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar yaitu 33-35% dari investasi.” terangnya.

Lanjut Ariantomi, “Tapi perlu digarisbawahi bahwa investasi yang masuk tentunya harus menjalankan ketentuan-ketentuan yang di atur terhadap prilaku investasi sesuai regulasi yang ada.”

Selain itu, hadirnya investasi ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal dengan maksimal. Dengan mempekerjakan sumber daya manusia lokal, perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia bisa mengedukasi pekerja mengenai kualitas produk, teknologi produksi, dan etos kerja yang baik. Jadi, investasi bukan hanya dilakukan untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga membangun investasi intelektual bagi tenaga kerja.

“Kami Hima Persis Kepri siap mendukung pemerintah dalam mendatangkan Investor untuk Berinvestasi di Kepri umumnya dan Bintan khususnya.” tegasnya.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan Nuansarealitanews.com, Ariantomi, Ketua Hima Persis meminta kepada pemerintah untuk berperan aktif dalam perihal pengurusan dokumen serta izin dipermudah.

“Di Bintan banyak potensi pariwisata. Seperti di daerah kawal ini masih ada izin yang belum keluar. Bantu mereka mempermudah izin tersebut. Selain menambah pendapatan daerah juga membuka luas lapangan pekerjaan.” pungkasnya.

(simon.STp)

Related posts