Menggenjot Ekonomi Batam Di Masa New Normal

Spread the love

Nuansarealitanews.com, Batam – Memahami ekonomi itu sebenarnya nggak perlu susah-susah. Untuk menakar bagaimana Ekonomi Batam di masa pandemi Covid-19 ini bisa didekati dengan pendekatan ekonomi makro. Kalau bicara ekonomi makro maka bicara tentang produk domestik regional bruto atau istilah lainnya pendapatan seluruh orang Batam ketika digabung jadi satu.

Dengan memakai pendekatan hitungan pengeluaran, pendapatan seluruh masyarakat Batam dibelanjakan oleh rumah tangga untuk konsumsi (Consumption), dipakai untuk menanam modal oleh para investor (Investment), dipakai oleh pemerintah untuk membangun Batam (Government Purchase). Kemudian pendapatan tersebut juga dipakai untuk membeli dari luar negeri (Import) tapi Batam tentunya juga menjual barang ke luar negeri (Export). Jadi kalau kita tuliskan persamaannya menjadi Y = C + I + G + (x – im). Dimana Y merupakan pendapatan sekaligus pengeluaran seluruh orang yang ada di Batam.

Ketika terjadi wabah Covid-19 masyarakat secara otomatis menahan diri untuk belanja. Masyarakat takut jika belanja di kala wabah melanda akan membuat masa depannya tidak menentu. Bagaimana jika nanti kehilangan pekerjaan? Maka lebih baik menabung dari pada belanja. Maka nilai variabel C akan mengalami penurunan selama Covid-19 terjadi.

Begitu juga dengan para pengusaha. Tadinya sudah berencana mau memperluas usaha, ataupun menyetok bahan baku dalam jumlah yang banyak, jadi urung akibat adanya wabah Corona. Pemilik modal asing yang sudah akan merealisasikan investasinya juga beralih posisi menjadi menunggu (wait and see) dulu. Jadi variabel I juga akan mengalami penurunan. Untuk ekspor dan import dari dan ke Batam bolehlah kita anggap dulu netral.

Dengan menurunnya tiga variabel tersebut di atas maka bisa dipastikan aktivitas ekonomi di Batam akan mengalami perlambatan serius. Hal ini terbukti dengan rilis Badan Pusat Statistik pada triwulan I tahun 2020, ekonomi Batam hanya bisa tumbuh sebesar 2,06% jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2019. Bahkan ekonomi Batam tumbuh minus 4,51% jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2019. Padahal triwulan I tahun 2020 ini dihitung dari bulan Januari hingga Maret tahun 2020. Kita tahu bahwa bulan tersebut Covid-19 belumlah heboh di Indonesia. Maka bisalah kita ramalkan kalau pertumbuhan ekonomi di triwulan II yaitu bulan April hingga Juni tahun 2020 akan lebih parah lagi.

Awal bulan Juni 2020 angin segar datang dari Pak Walikota Batam dengan mengumumkan rencana pelonggaran pembatasan sosial di Batam setelah tiga bulan dibatasi dengan cukup ketat. Batam memang tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berksala Besar (PSBB), tapi Batam tetap melakukan pembatasan sosial dengan skala terbatas sambil melakukan penyisiran ketat terhadap orang yang mengalami gejala Corona. Selama tiga bulan ini masyarakat cukup takut keluar rumah dan menahan diri untuk tidak kemana-mana kalau tidak penting betul.

Lalu apakah ekonomi Batam otomatis akan bergerak jika new normal diumumkan? Belum tentu. Sektor pariwisata yang paling terpukul karena wabah Covid-19 ini belum tentu akan kebanjiran wisatawan akibat pengumuman new normal. Karena orang asing masih takut bepergian kemana-mana apalagi ke luar negeri. Jadi hampir bisa dipastikan hotel dan restoran serta tempat hiburan lainnya masih akan sepi pengunjung dan karyawan yang dirumahkan masih tetap belum akan dipanggil.

Di masa seperti ini dibutuhkan kerjasama masyarakat luas untuk menggerakan roda ekonomi Batam. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan tidak menahan diri untuk belanja. Jika kemarin masih menahan diri untuk belanja baju baru maka mari beli baju baru. Ketika masih menahan diri makan di restoran maka mari makan di restoran. Ketika menahan diri untuk berwisata ketika akhir pekan, maka mari nginap di hotel ataupun resort-resort yang ada di Batam. Kebetulan hotel dan resort lagi banting harga habis-habisan. Dengan demikian diharapkan variabel C dalam persamaan di atas akan bisa meningkat. Ketika usaha-usaha ini mulai berjalan maka karyawan yang tadinya dirumahkan akan dipanggil kembali untuk bekerja. Ketika mereka mulai bekerja maka penghasilan mereka akan mulai normal lagi perlahan-lahan. Ketika penghasilan masyarakat sudah normal kembali maka belanjanya juga akan nambah terus. Maka roda ekonomi bergerak lagi. Efeknya kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Pendapatan semua orang akan ikut naik dan semua senang. Jadi cara mudah berkontribusi untuk menggerakan roda ekonomi Batam ini kembali adalah hanya dengan dua kata yaitu: AYO BELANJA!!!

Ketika sektor usaha terdampak Covid-19 sudah mulai bergerak maka pemerintah melalui Badan Pengusahaan Batam akan fokus lagi merayu para investor untuk segera merealisasikan investasinya di Batam. Maka variabel I perlahan-lahan akan mulai naik juga.

Ketika hotel, restoran dan tempat hiburan lainnya sudah mulai berjalan lagi secara perlahan maka pendapatan pemerintah melalui pajak dan retribusi daerah juga akan meningkat. Maka belanja pemerintah untuk pembangunan juga mulai bisa dijalankan lagi. Akibatnya variabel G juga mulai meningkat.

Sehingga jika tiga variabel di atas meningkat terus nilainya, pertumbuhan ekonomi Batam akan kembali menuju target yang kita inginkan bersama. Bukankah kita ingin ekonomi Batam ini bisa bertumbuh minimal 75 setiap tahunnya? Maka kita semua bisa berkontribusi untuk mewujudkannya dengan cara yang menyenangkan yaitu AYO BELANJA!!!

Ternyata memahami ekonomi itu tidak susah dan solusinya cukup menyenangkan bukan? Bukankah kita semua punya sifat alamiah suka belanja? Maka di masa new normal ini mari belanja untuk menggerakkan lagi roda perekonomian di Batam.

Oh ya jangan lupa tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat ketika belanja ya. Jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan makan makanan bergizi serta rajin minum vitamin adalah kebiasaan wajib di masa new normal nantinya.

Selamat belanja dan selalu jaga jarak aman dan tetap sehat tentunya.

(simon.STp/Ketua APINDO Batam)

Related posts