PASCA DILANTIK, RUDY OPTIMIS DALAM 2 PEKAN KEDEPAN TREND PENYEBARAN COVID-19 AKAN MENURUN

Spread the love

MAKASSAR | SULSEL|NUANSAREALITANEWS.COM — Penjabat Walikota Makassar Rudy Djamaluddin optimis dalam dua pekan kedepan tren penyebaran Covid-19 dapat menurun. Pasalnya setelah diberikan amanah memimpin Kota Makassar, fokus utama yang akan dilakukan yaitu menyelesaikan masalah Covid-19.

Saya tidak mau beri target. Tetapi kita akan selesaikan secepatnya. Ini sudah masalah yang harus kita selesaikan. Kalau bisa dua minggu selesai ya dua minggu atau satu bulan,” katanya usai memimpin penyemprotan desinfektan massal di Paotere Makassar, Sabtu (27/6/2020).

Olehnya, ia meminta agar masyarakat dapat mendukung kerja-kerja pemerintahan untuk menyelesaikan persoalan Covid-19.

“Mudah-mudahan dalam waktu dua minggu ini ada tren penurunan. Saya harapkan tidak ada lagi masyarakat yang meninggal karena Covid-19,” tegas Rudy.

Target utama untuk menyelesaikan persoalan Covid-19 adalah agar sektor ekonomi dapat kembali bergerak. Karena sektor ini adalah fondasi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Kalau ekonomi tidak jalan, jangan harap masyarakat kita sejahtera. Sementara salah satu fungsi pemerintah adalah melayani masyarakat kita untuk menjadi sejahtera. Makanya fokus sekarang bersama unsur pemerintahan dan masyarakat adalah menyelesaikan Covid-19,” ujarnya.

Menyebutkan, langkah-langkah yang akan dilakukan pun yaitu memperkuat edukasi ke masyarakat bahwa Covid-19 bukan aib, termasuk kepatuhan menjalankan protokol kesehatan. Dalam program ini pun pemerintahan dari struktur terkecil yaitu RT/RW akan dilibatkan.

Jika ditingkatkan ini penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik, maka akan semakin mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran.

“Kita akan menyusun strategi bagaimana mengoptimalisasi gerakan distruktur terbawah yaitu RT/RW. Ini harus bisa kita libatkan sebagai bagian yang ada di garda terdepan dalam melawan Covid-19,” tegas Rudy.
Tak hanya itu, masyarakat juga akan diedukasi untuk tidak melakukan penolakan terhadap langkah pemerintah yang akan melakukan rapid tes massal.

“Inilah fungsi edukasi. Saya yakin yang menolak itu kurang edukasi, makanya mereka tidak paham. Kalau diedukasi dengan benar pasti tidak akan ada yang menolak. Makanya fungsi edukasi kita berikan,” terangnya.

Jikapun tetap masih ada yang menolak bahkan ada oknum yang sengaja memprovokasi untuk melakukan penolakan maka akan dilawan dengan edukasi.

“Saya yakin masyarakat Makassar itu sudah cerdas. Kita harus lawan dan beri pemahaman bahwa rapid test itu untuk menyelamatkan mereka bukan untuk siapa-siapa,” tegasnya.

(Joko).

Berita Sebelumnya