Wali Kota Langsa Keluarkan Surat Edaran Untuk Anti Rentenir di Kota Langsa

Spread the love

Kota Langsa, Aceh, nuansarealitanews.com,– Sehubungan dengan akhir-akhir ini banyaknya keresahan yang terjadi di Kota Langsa terkait dengan
adanya kegiatan rentenir atau Bank 47.

Akhirnya, Wali kota Usman Abdullah, SE, mengeluarkan surat edaran No : 450 / 1505/2020 tentang anti rentenir, Kamis, (25/06/2020).

Surat edaran yang ditanda tangani oleh Wali kota langsa Usman Abdullah,SE tersebut ditujukan kepada sekuruh Camat dan seluruh Geuchik yang ada di pemerintahan di Kota Langsa.

Dalam surat edaran itu Wali kota Langsa menghimbau beberapa hal untuk mengantisipasi kejadian tersebut sebagai berikut :

1. Mewaspadai dan melakukan pengawasan terhadap orang luar/ dan juga warga setempat yang ada di wilayah saudara, segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran.

2. Menghimbau kepada seluruh warga atau masyarakat dilingkungannya masing-masing untuk melaporkan kepada aparat gampong apabila ada tamu yang akan berdomisili atau menyewa rumah dilingkungannya.

3. Mengamati situasi dan kondisi diluar kebiasaan masyarakat setempat sehingga sejak dini dapat diantisipasi pencegahannya.

4. Setiap gampong mendata warganya yang mengambil kredit pada rentenir atau Bank 47.

5. Kepada seluruh camat dan geuchik di Kota Langsa agar lebih intensif lagi mengawasi pendatang dari luar, lebih-lebih yang beraktivitas di bidang
mengatas namakan koperasi rentenir atau Bank 47 sehingga masyarakat
Kota Langsa tidak terjerat hutang yang sangat meresahkan.

6. Apabila ada warga yang membutuhkan dana agar berhubungan dengan Bank yang legal.

7. Bagi masyarakat Kota Langsa yang sudah menjalin kerjasama dengan rentenir atau Bank 47 segera melapor keaparat gampong atau kecamatan
setempat.

8. Apabila ada oknum yang beraktivitas didaerahnya masing-masing terkait
rentenir atau Bank 47 segera diamankan dan berkoordinasi dengan apparat
penegak hukum.

9. Agar Geuchik setempat menghimbau warganya supaya tidak berhubungan
dengan rentenir atau Bank 47 karena lebih banyak kemuqdaratannya dari
kemaslahatannya bagi warga.

10. Geuchik setempat membuat himbauan baik itu melalui spanduk maupun media lainnya, dan ditempatkan pada tempat-tempat yang bisa dibaca okeh warga serta supaya kegiatan rentenir ini terpantau oleh kepala lorong , ketua Peut dan babida juga Babinkamtibmas.(zainal).

Related posts