Warga Depok Jaya Minta Transparansi Data dan Penggunaan Anggaran Covid-19 Serta Penaganganan Yang Serius

Spread the love

DEPOK | NUANSAREALITANEWS.COM,-Depok Jaya adalah sebuah kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kelurahan ini merupakan kompleks percontohan perumahan pertama di Indonesia yang dibangun oleh Perum Perumnas sekitar tahun 1975 yang dikenal sebagai Depok 1 (Satu). Namun Daerah Depok Jaya khususnya di wilayah RW 04, adalah daerah yang masuk zona merah terkait kasus yang terkena covid-19.

Sebagai salah satu RW yang di tetapkan penerapan Pengaturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) di 25, wilayah rukun warga (RW) di kota Depok. Wilyah RW 04 kelurahan Depok Jaya, adalah salah satu wilayah yang masuk zona merah dan di tetapkan sebagai RW (PSKS).

Tokoh masyarakat yang merupakan pensiunan PNS Depdagri Pusat, Drs Sigit Wahyudi MM, selaku mantan RW selama 24 tahun. Meminta transparansi mengenai updating data. Ia menjelaskan, “Tolong dijelaskan siapa saja namanya, dimana saja alamatnya warga RW O4, Depok jaya ini yang terkena covid-19 tersebut. Ini menjadi pertanyaan kita dimana orang-orang yang dikatakan terkena Covid-19 tersebut,” Jelas Sigit. Saat di konfirmasi oleh awak media di Lapangan Irian Jaya, RW 04 di Kelurahan Depok Jaya.

“Penyampaian data yang tidak transparan ini membuat resah masyarakat. Ditambah sosialisasi mengenai covid bagi warga RW 04 sangat minim. Dimana daerah kita dikatakan sebagai zona merah. Data yang kita Terima ada 21 orang yang terkena covid-19. Itu orang nya siapa saja, dimana saja. Kita berharap ada transparansi pemerintah dan perangkat RW mengenai Update data dan penggunaan anggaran penanganan Covid-19,” Sahut Sigit.

Suminten salah satu warga yang dikatakan Positif Covid-19. Turut juga menyampaikan keluhannya bahwa sangat merasa kecewa dengan penanganan pemerintah. Suminten menyampaikan ketika di minta Rapid dan swab test di Laboratorium Kesehatan (Lapkesda) Kota Depok. “Saya dinyatakan Positif Covid-19. Ketika saya sampai disana saya langsung ditest. Saya dua kali di suruh rapid dan swab tes ke LAPKESDA saya tetap dinyatakan positif,” Jelas Suminten.

“Karena merasa kurang yakin dengan hasil test di LAPKESDA Depok. Atas inisiatif keluraga saya pergi melakukan rapid dan swab ke Rumah Sakit Mitra dengan biaya sendiri. Namun hasilnya berbanding terbalik dengan hasil test di LAPKESDA, sampai dua kali saya test, saya tetap dinyatakan negatif. Saya merasa kurang percaya dengan penanganan dan hasi test yang diselenggarakan Pemerintah,” Keluh Suminten.

“Saya kurang percaya dengan kesterilan alat yang di gunakan di LAPKESDA. Karena sampai disana tanpa ada penjelasan mengenai alat, metode dan penyuluhan covid-19 saya langsung di test begitu saja. Dan ketika saya tiba disana alat alatnya juga sudah di buka. Berbanding terbalik ketika saya di RS Mitra, Ketika saya sebelum di test di berikab penjelasan. Pihak medis jelaskan, “Bu tolong perhatikan nama ibu, tangal lahir ibu, ini yah Bu alatnya lalu di buka alatnya dari plastik. Dan kemudian di jelaskan singkat tentang saya akan di apakan,” Tutup Suminten.

Para Warga juga mengeluhkan penaganan penanggulangan, dan pencegahan covid-19 di wilyah RW 04. Dimana penyemprotan di lakukan asal-asalan sekan formalitas saja. Penyemprotan juga di lakukan beberaoa remaja tanpa menggunakan APD. Penyemprotan dilakukan hanya sekedar lewat sepintas dari depan saja. Demikian keluhan para warga di sekitar RW 04 tersebut.

Pranowo sugiarto MMSI, Selaku Ketua RW 04 Kelurahan Depok Jaya menyampaikan hal berbanding terbalik. Pranowo menyanggah keluhan masyarakat tersebut. Pranowo menyampaikan bahwa, “penyemprotan telah kita lakukan beberapakali. Diantaranya dari pihak Damkar, Gegana, Penurus RT dan juga Karang Taruna RW 04,” Jelas Pranowo.

Terkait data orang yang terkena Covid-19, di wilayah kelurahan Depok jaya khususnya RW 04 Pranowo menyampaikan tidak mengetahui list nama namanya. Siapa saja 21 orang yang dikatakan terkena covid-19. “Namun itu bukan yang positif saja. Tetapi jumlah dari OTG, ODP, PDP dan yang Positif. Mengenai tindak lanjut dan penanganan covid-19 di lingkungan RW 04, kita selalu berkordinasi dengan Kelurahan dan dinas terkait,” Sahut Pranowo.

Ketika di konfirmasi mengenai penggunaan anggaran covid-19 Pranowo hanya menjelaskan “anggaran kita pakai untuk biaya penyemprotan dan pembuatan spanduk. Dari swadaya kita juga salurkan bantuan sembako kepada warga yang positif terkena covid-19. Ketika di tanyakan Mengenai SOP dari Dinkes terkait penanganan Covid-19, Kami juga kurang tau bagaima SOP nya terhadap masyarakat yang di katakan terkena covid-19 tersebut,” Tutup Pranowo.

(Anto)

Related posts