6 KK Penerima Bantuan Ganda di Desa Ranjikulon, Diduga Dijadikan Kesempatan RW Untuk Raih Keuntungan

Spread the love

Majalengka, Nuansarealitanews.com,-Ada enam Kepala Keluarga(KK) di Blok Nakula Desa Ranji Kulon, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang Menerima Bantuan Ganda yakni Bantuan BLT Dana Desa Dan Bantuan Pusat.

Dari penelusuran tim nuansarealitanews.com Majalengka, terdapat 6 KK data ganda dari BLT DD dan BLT pusat itu terjadi di Blok Nakula Desa Ranjikulon, Kecamatan Kasokandel dimana Keluarga yang telah mendapat BLT DD ternyata juga menerima BLT Pusat.

Dengan terjadinya bantuan double tersebut justru malah dijadikan ajang kesempatan RW untuk lakukan kecurangan yang mana malah meminta uang tersebut dengan alasan kasihan ke warga lain yang tidak mendapat bantuan.

Seperti diutarakan oleh seorang warga (yang namanya tidak mau disebutkan), Dalam pembagian bantuan sosial tersebut telah terjadi kejanggalan yang mana RW blok nakula memintai uang 500 ribu per KK dengan alasan untuk dibagikan ke 96 KK.

“Jumlah yang diterima RW itu pun sebesar 3juta yang dibagikan ke 96 KK per KK nya hanya mendapat 18rb sedangkan masih ada sisa uang sebesar 1.2 jutaan dikemanakan dan harus jelas,” tambahnya.

Sementara itu RW Nakula Oyo membenarkan dengan pembelaannya bahwa Uang BLT Pusat memang saya ambil karena penerimanya sudah mendapat double bantuan.

“Uang itu pun telah saya bagikan ke 96 KK yang tidak mendapat bantuan rata-ratanya per KK dapat 18rb, adapun besaran uang yang diambil dari 6 KK itu beda-beda ada yang ngasih 300-500 untuk total jumlah ya tinggal dikalikan aja lah,”pungkasnya.

Anehnya pengakuan RW Oyo itu berbeda dengan jawaban si penerima bantuan ganda (Yayah), Ia mengungkapkan justru 6 KK penerima ganda itu hanya terima 100ribuan untuk upah pengambilan di kecamatan sedangkan total yang diambil itu 3 jutaan dan akan dibagikan ke 96 KK yang tidak mendapat bantuan dengan jumlah 18 ribuan per KK.

Ditemui dirumahnya Kepala desa Ranji Kulon Haris Munandar mengatakan RW tersebut sudah saya panggil untuk diberi pembinanaan dan peringatan.

“Mengenai data double, harusnya data dari pemerintahan pusat itu masuk dulu ke pemerintahan desa biar tau nanti kalau ada yang double akan saya coret dari data BLT DD nya.” tegasnya.

(Fahmi)