Buruh Melawan

Spread the love

Oleh: Faisal Nugraha

Pada saat tanggal 28 Mei 2020 perusahaan bernama CV.Sandang Sari yang terletak di bagian timur Kota BANDUNG menggugat sekitar 210 Buruh ke Pengadilan Negeri Kelas IA khusus BANDUNG, dengan tuduhan ke 210 buruh melakukan perbuatan melawan hukum.

Dengan alibi unjuk rasa dan mogok kerja secara tidak sah, pihak CV. Sandang Sari pun menuntut ganti rugi sebesar
RP. 12.007.969.666 rupiah.

(14/07/2020)

Di dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan No.M/3HK.4III/2020 terkait upah selama masa pandemi Covid 19 sudah dijelaskan bahwa pembayaran upah dan Tunjangan Hari Raya tahun 2020 dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja Buruh, namun pihak perusahaan mengeluarkan keputusan secara sepihak tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu dengan buruh SP/SB dengan membayarkan upah 35% dari UMK dan Tunjangan Hari Raya dengan cara dicicil 3 kali selama tiga bulan.

Protes terjadi pada tanggal 3, 4 dan 6 April 2020. Dilakulan pada saat di luar jam kerja, ketika karyawan telah usai memenuhi kewajibannya bekerja sebagaimana mestinya.

Pada tanggal 12 dan 13 Mei 2020. dan pada tanggal 14 mei 2020 sore hari, kurang lebih sekitar pukul 16:30 pihak perusahaan mengeluarkan pengumuman internal memo tentang hari libur nasional, libur cuti bersama. Pada tanggal 2 Juni.

Pekerja tidak selalu mendapatkan apa yang dihasilkan oleh kapitalis, tetapi sudah pasti akan turut jatuh ketika kapitalis mengalami kerugian. Sehingga pekerja tidak mendapatkan apapun ketika kapitalis menjaga harga barang di atas harga alaminya baik itu melalui jasa perdagangan atau produksi rahasia, ataupun melalui monopoli(Karl Marx, 1867).